Ritual Petik Tembakau di Lereng Sumbing

petani tembakau temanggung
petani tembakau temanggung

Di lereng Gunung Sumbing Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Kamis, menggelar ritual petik tembakau untuk mengawali panen tembakau tahun 2012.

Ritual diawali dengan kirab tujuh tumpeng nasi dan jajan pasar dari depan rumah kepala desa ke areal lahan tembakau yang berjarak sekitar 2,5 kilometer.

Sampai di lahan tembakau, tumpeng di letakkan di atas tanah dan warga duduk bersimpuh mengelilinginya, kemudian dipanjatkan doa dipimpin Kaur Kesra Desa Legoksari, Robbin MH.

HadirĀ  pada ritual tersebut, antara lain budayawan Muhammad Sobari, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Bambang Sukarno, dan Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono.

Kades Legoksari, Subakir mengatakan ritual dimaksudkan untuk memohon pada Tuhan Yang Maha Esa agar hasil tembakau rajangan yang dihasilkan berkualitas baik dan laku dengan harga mahal.

Ia mengatakan, ritual ini menjadi tradisi bagi petani pada awal tanam dan panen.

Tokoh warga Desa Legoksari, Sutopo mengatakan ritual awal petik ditetapkan pada Kamis pahing sesuai perhitungan Jawa dipercaya sebagai hari yang membawa keberutungan. “Petani berharap tembakau terjual mahal dan seluruh tembakau dapat habis terjual ke pabrik rokok kretek,” katanya.

Ritual petik tembakau juga dilakukan warga Desa Wonosari Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

Rangkaian petik tembakau di desa tersebut diramaikan dengjan menggelar kesenian tradisional selama lima hari. Pertama digelar kesenian sandul, kuda lumping, tarian yang dilakukan kaum ibu, dan terakhir digelar wayang kulit.

Pada ritual panen tembakau di Desa Wonosari diwarnai dengan membakar dua boneka besar sebagai simbul perang terhadap kapitalis asing.

Sumber: Kompas