Komunitas Kretek Kecam PT HM Sampoerna PHK 4.900 Buruh

Tolak Cukai Naik
Tolak Cukai Naik

Perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk akan menutup dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang, 31 Mei mendatang. Peristiwa itu bertepatan dengan hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Dampaknya, sekitar 4.900 karyawan bakal dirumahkan (PHK). Maharani Subandhi, Sekretaris Perusahaan PT HM Sampoerna, Jumat, 16 Mei 2014 menyatakan, keputusan PHK terjadi karena turunnya pangsa pasar segmen SKT.

Menanggapi hal itu, koordinator nasional Komunitas Kretek, Abhisam DM menyebutkan, PHK yang dilakukan Sampoerna ini tidak ada kaitanya dengan menurunnya trend pasar Kretek. Tetapi lebih karena keinginan Sampoerna untuk melakukan efisiensi perusahaan dan juga bagian dari skenario besar dari kepentingan industri rokok asing untuk menghancurkan Kretek Indonesia.

“Kalau turunnya pangsa pasar, seharusnya justru tidak Sampoerna yang terimbas. Tetapi perusahaan-perusahaan kretek lain yang akan mati. Karena bagaimana pun brand SKT Sampoerna lebih kuat dibanding perusahaan SKT lainnya,” kata Abhisam dalam keterangan pers yang diterima, Senin (19/5/2014).

Dugaan Abhisam diperkuat dengan dukungan Sampoerna pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 yang memuat aturan mengenai standarisasi tembakau.

“Dengan standarisasi tembakau itu kan rokok putih makin bebas, dan SKT makin tergerus, tidak heran kalau Sampoerna mulai menutup pabrik SKT,” kata Abhisam.

Lebih lanjut Abhisam menduga Sampoerna ingin untuk mengubah produksi SKT menjadi Sigaret Kretek Mesin (SKM) atau rokok putih, yang tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Terlebih lagi, Sampoerna berkepentingan untuk memperluas pangsa rokok putih Philip Morris International di Indonesia.

“Maka dari itu, kami mengecam kebijakan dari PT HM Sampoerna yang melakukan PHK atas 4900 buruhnya. Dan kali ini buruh yang menjadi korban dari rencana rencana besar penghancuran Kretek Indonesia, dan kepentinganya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan memproduksi rokok SKM,” jelasnya.

Berita oleh Tribun News