Selamat Datang Tahun 2015, Jayalah Kretek Indonesia

Tahun 2014 telah berlalu. Cerita tentang dorongan aksesi FCTC kepada pemerintahan SBY menjelang pergantian kepemimpinan negeri ini, telah gagal dilakukan oleh mereka yang anti terhadap tembakau dan rokok. Pemerintahan baru, melalui kementrian perindustrian juga memberi sinyalir belum akan mengaksesi konvensi yang dianggap akan sangat merugikan para pemangku kepentingan dunia pertembakauan nasional.

Sebelumnya ada ribuan buruh pabrik rokok di Jember dan Lumajang yang di PHK oleh sebuah perusahaan rokok milik modal asing, Phillip Moris. Yang kemudian ditiru oleh perusahaan asing lainnya yaitu British American Tobacco. Mereka adalah buruh-buruh pabrik Sigaret Kretek Tangan, sektor dalam industri rokok kretek yang dapat menampung banyak tenaga kerja. Mereka digantikan oleh mesin.

Pemerintahan baru hasil pemilu juga memunculkan isu lain yang berhubungan dengan rokok. Susi Pudjiastuti adalah tokoh yang fenomenal dan menarik perhatian publik pada tahun ini. Perempuan yang bertato ini mendadak menjadi perbincangan dipublik karena kedapatan merokok di Istana Negara pasca pelantikan. Tak sedikit yang menghujatnya karena dia perempuan yang merokok, tapi cukup banyak pula yang membelanya karena merokok adalah haknya, dan tak mempunyai relasi dengan kinerjanya.

Cukai rokok yang diusulkan naik sebesar 10% juga menjadi isu hangat, paling tidak di media sosial. Para perokok menolak kenaikan cukai tersebut yang dianggap cukup memberatkan konsumen rokok.

Menjelang akhir tahun, suara gencar tentang larangan berjualan rokok di terminal menggema di Ibukota Jakarta. Namun tak lama kemudian, kembali menjadi satu cerita lalu yang gagal diusung. Tak tanggung-tanggung, Gubernur DKI Jakarta sendiri yang menentang kebijakan yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Berbagai rangkaian cerita dan berita lain tentang rokok memang cukup banyak terjadi sepanjang tahun 2014 ini. Dan tahun 2015 mungkin juga tak akan kalah ramai dibanding 2014. Karena pertarungan dari sisi wacana, regulasi atau lainnya, memang tak pernah senyap disetiap tahunnya.

Kelompok-kelompok anti rokok terus saja memproduksi dan mereproduksi isu tentang bahaya merokok. Entah seberapa besar dana yang mereka dapatkan dari Bloomberg Initiative atau dari lembaga donor lainnya sehingga mereka tak berhenti mewacanakan atau mendorong regulasi perihal rokok dari berbagai sisi. Kelompok-kelompok baru anti rokok juga terus bermunculan, dengan berbagai sudut pandang dan sasaran.

Kita yang merasa perlu adanya perlindungan bagi industri kretek nasional, dari hulu sampai hilir tentu tak akan patah arang dengan berbagai serangan yang dilakukan oleh mereka yang antirokok. Ini telah dibuktikan tahun demi tahun, bahwa para petani tembakau, petani cengkeh yang terus mengobarkan perlawanan atas berbagai kebijakan anti rokok yang akan menjadikan mereka sebagai salah satu korban.

Komunitas Kretek adalah salah satu bagian dari deretan pemangku kepentingan dari kretek di Indonesia, yang secara konsisten hadir memberikan perlawanan dan muncul dihadapan publik untuk memberikan satu perspektif yang berbeda. Apa yang dilakukan bukan semata didasari semangat kepedulian akan berbagai kepentingan nasional dibalik kretek. Namun juga satu semangat untuk melawan intervensi modal asing, baik dari MNC rokok asing ataupun intervensi dari industri farmasi aasing yang ingin menggerogoti kedaulatan nasional.

Semangat ini pula yang akan terus kami kobarkan pada tahun 2015 dan tahun-tahun berikutnya. Mengobarkan perlawanan dan memperpanjang barisan kekuatan adalah satu keharusan yang akan dilakukan. Mengingat bahwa pada tahun 2015 ini, kelompok anti rokok juga tentu sudah menyiapkan kekuatan baik wacana, tenaga, maupun dana untuk dapat memuluskan tujuan para tuan-tuannya yang ingin mengakumulasikan modalnya dengan cara menghisap SDA dan SDM di negeri ini.

Kami, anda dan kita adalah satu keharusan untuk bersama membangun kekuatan dan barisan didepan untuk menghentikan langkah-langkah mereka yang tak anti terhadap kemandirian dan kedaulatan bangsa.

Pada kesempatan ini pula, kami dari segenap pengurus maupun anggota Komunitas Kretek mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan atau jaringan Komunitas Kretek yang sepanjang tahun 2014 ini telah bersama-sama dengan kami untuk melindungi tembakau dan para pemangku kepentingan pertembakauan nasional dari serangan pihak asing secara langsung maupun melalui komparador-komparadornya.

Akhir kata kami ucapkan selamat datang tahun 2015, dan rasakan semangat perjuangan kami. Semoga tahun ini kemenangan dan kejayaan kretek berada dipihak kita, untuk kesejahteraan masyarakat dan kemandirian nasional.

(Visited 227 times, 1 visits today)