Tolak Inter-Tabac 2014, Save Kretek

rokok kretek
rokok kretek

Bali sedianya menjadi tempat kegiatan International Trade Fair Tobacco product and Smoking Accessories (Inter-Tabac) Asia 2014 atau Pameran Internasional Produk Tembakau dan Aksesoris Merokok Asia. Namun, pameran rokok Inter-tabac Asia 2014 di Bali akhirnya dibatalkan. Demikian informasi yang disampaikan melalui situs resmi penyelenggara pameran Westfalenhallen. (http://www.westfalenhallen.de/messen/intertabac-asia/en/)

Informasi ini bagi Komunitas Kretek cukup menggembirakan. Mengapa justru gembira? Iya. Inter-Tabac Asia adalah ajang promosi produk dan teknologi rokok internasional. Kegiatan ini memungkinkan terbukanya promosi rokok-rokok asing ke Indonesia. Dan, pada tititk tertentu, membuka peluang untuk pemasaran produk-produk rokok asing di Indonesia. Bilamana terjadi, jelas hal ini akan mengancam kelangsungan kretek.

Dalam bagian directory of exhibitor ditampilkan setidaknya ada 36 peserta pameran. Dan hanya satu peserta yang berasal dari Indonesia, yakni PT. Doobacco Indonesia. Perusahaan ini juga bukanlah perusahaan produk kretek, melainkan shisha, shishita, dan waterpipe tobacco. Tidak ada representasi kretek yang menjadi peserta dalam pameran Inter-Tabac Asia ini.

Beberapa perusahaan tembakau besar asing mewarnai pameran ini, seperti China Tobacco Hubei Industrial Corporation Limited asal Cina, J. Cort├Ęs Cigars N.V. asal Belgia, Golden Tobacco Limited asal India, Golden Valley Tobacco Company asal Amerika, dan beberpa perusahaan Asing lain. Praktis, ajang pameran tembakau Asia ini mengancam keberlangsungan kretek.

Westfalenhallen Dortmund GmbH sebagai penyelenggara pameran adalah korporasi tembakau asing, yang tentu saja ingin meluaskan pemasaran di Indonesia. Artinya, bukan hanya peserta, sejak awal penyelenggara pun berusaha menyelenggarakan pameran sebagai ajang promosi untuk produk tembakau yang dia miliki. Tidak heran apabila peserta pameran ini adalah perusahaan-perusahaan asing, dan tidak menyertakan stakeholder kretek nasional untuk mengikuti pameran.

Ya, pada titik ini kita tentu saja bisa bersepakat, bahwa kita tentu tidak ingin Negara kita menjadi pasar bagi berbagai industri rokok asing. Dengan demikian, dibatalkannya pameran ini tentu saja menggembirakan. Pameran tembakau yang tidak mengikutsertakan kretek ini akhirnya gagal dilangsungkan.

Dibatalkannya pameran Inter-Tabac Asia 2014 ini patut kita syukuri di tengah alfanya pemerintah tidak membatasi impor tembakau dan produk rokok asing di Indonesia. Indonesia yang memiliki kekayaan tembakau lokal dan produk kretek seolah tidak memproteksi bidang pertanian dan industri yang telah menyumbang banyak ke negeri ini.

Batalnya pameran Inter-Tabac ini setidaknya bisa menjadi batu loncatan bagi pemerintah untuk memproteksi kretek, melalui pembatasan peredaran tembakau dan rokok asing di Indonesia.

Sumber Foto: Eko Susanto (Flickr)