Bill Gates Bermain Dua Kaki di Isu Rokok

Bill and Melinda Gates Foundation, yayasan yang didirikan dan sekarang dipimpin langsung oleh Bill Gates dan istrinya, Melinda, adalah lembaga yang sangat aktif mendanai kampanye anti tembakau dan promosi pengesahatan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahkan Yayasan tersebut merupakan donatur terbesar kampanye FCTC setelah Bloomberg Initiative. Bill and Melinda Gates Foundation fokus pada kampanye pengesahan dan pelaksanaan sepenuhnya FCTC di wilayah Afrika dan ASEAN.

Bersama Bloomberg Initiative, Bill Gate mengucurkan US$ 500 juta untuk kampanye FCTC. Yayasan Bill Gates juga sangat aktif kampanye anti rokok di Cina. Sebagai catatan, Yayasan Bill Gates pernah dibongkar New York Time dan menjadi sasaran kritik publik karena ketahuan memiliki investasi di perusahaan-perusahaan rokok besar (Big Tobacco), mereka dituduh sebagai hipokrit. Namun, konon, Yayasan Bill Gates sudah menarik investasinya dari Big Tobacco.

Untuk menghilangkan jejak bermain di dua kaki ini, Bill dan Melinda Gates membayar media agar memberitakan secara positif atas apa yang mereka lakukan. Media seperti The Guardian beberapa kali menulis bahwa banyak media mendapatkan bantuan dana dari Bill and Melinda Gates Foundation untuk menggambarkan Bill Gates sebagai sosok penyelamat yang “memberi makan orang miskin di dunia”. Tentu saja penggambaran ini dibalut dengan aktivitas Bill Gates di yayasan filantropinya.

Namun cermati yang sebenarnya terjadi. Mengapa media memberitakan dengan nada positif ketika Bill Gates melalui yayasannya mendorong ditanamnya tanaman yang telah dimodifikasi secara genetis (GMO) ? Cermati kemitraan AGRA dengan Rockfeller Foundation dan Monsanto. Perlu juga diperhatikan kampanye penurunan jumlah penduduk melalui vaksinasi (perhatikan kerjasama GAVI dan Rockfeller Foundation).

Kampanye-kampanye yang membawa agenda bisnis terselubung tersebut dilakukan secara masif terutama di negara-negara Asia dan Afrika. Tentu saja beberapa media memberitakan dengan positif karena mereka juga mendapatkan bantuan dana untuk melakukan hal itu. Tujuannya, membantu konsolidasi kepemilikan pasar makanan sekaligus menaikkan harga untuk konsumen.

Hal ini setidaknya bisa dilihat dari proyek ketahanan pangan global di bawah Gates Foundation, Cargill, dan beberapa lembaga lain. Cermati juga bagaimana Yayasan Bill dan Melinda Gates ikut mendanai kampanye anti tembakau namun ikut berinvestasi juga di perusahaan-perusahaan rokok besar. Kedatangan Bill Gates ke Indonesia tak bisa dilepaskan dari berbagai rekam jejak kepentingan bisnis tersebut. Bill Gates juga membawa agenda dalam isu kesehatan.

Ia direncanakan akan mendonasikan dana untuk pembentukan Indonesia Health Fun. Yayasan ini didirikan para pengusaha dan filantropis di Indonesia sebagai lumbung bagi bantuan kesehatan. Bantuan ini akan seluruhnya disalurkan di Indonesia dan terfokus pada lima problem kesehatan, yakni Malaria, TBC (tuberculosis), HIV-AIDS, Demam Berdarah dan Keluarga Berencana. Agenda ini mesti dicermati.