Membantah Adiksi Kretek

Selama ini, kretek selalu dianggap sebagai barang konsumsi yang berbahaya. Menyebabkan Kanker, impotensi, dan berbagai jenis penyakit berbahaya. Bahwa rokok adalah barang konsumsi yang menyebabkan adiksi, ketergantungan. Segala yang menyebabkan adiksi adalah barang berbahaya, tak boleh dikonsumsi. Begitu lah pernyataan-pernyataan soal rokok dari kaum anti rokok, orang-orang yang katanya memperjuangkan kesehatan.

Berbicara soal adiksi, sebenarnya kretek tidak menyebabkan adiksi, ketergantungan pada konsumennya. Karena, hampir semua bahan konsumsi yang enak pasti membuat konsumennya kembali mengkonsumsi barang tersebut. Misalkan, mereka yang bilang bahwa kopi enak hampir pasti mengkonsumsi kopi tiap harinya.

Bagi sebagian orang, kopi adalah kebutuhan. Tarafnya hampir sama dengan nasi yang jadi kebutuhan bagi sebagian orang. Karena memang, perkara konsumsi adalah soal kebiasaan, tidak melulu soal pakem orang-orang kesehatan. Misal, tren mengurangi gula untuk menghindari diabetes tidak akan dilakukan oleh semua orang, khususnya mereka yang memang kekurangan gula dalam darah. Gula adalah kebutuhan untuk mereka.

Dalam perkara kretek, bagi sebagian orang pun kretek adalah kebutuhan. Terserah untuk yang lainnya. Meski begitu, bukan berarti kretek dibilang adalah barang konsumsi yang menyebabkan kecanduan. Karena yang namanya candu, tidak bisa sama sekali tidak untuk melepaskannya.

Bandingkan dengan kretekus di bulan ramadan ini. Selama berpuasa, mereka tidak mengkonsumsi kretek. Dan biasa saja. Tetap bisa bekerja, bisa beraktifitas. Tidak sakau, kejang-kejang, ataupun lemah syahwat, eh lemas ketika beraktifitas maksudnya. Beda dengan narkoba, kalau tak dikonsumsi menyebabkan sakau.

Masihkah kretek disebut sebagai barang yang menyebabkan adiksi? Ketergantungan yang kalau tidak dikonsumsi menyebabkan sakau?

Ya, kalau masih kekeuh bilang kretek itu adiktif, karena menyebabkan orang kecanduan, terus menerus mengkonsumsinya, maka kita haruslah adil. Kenapa tidak menolak, mie instan misalnya, yang juga menyebabkan candu pada sebagian orang. Membuat sebagian orang Indonesia mengkonsumsinya tiap hari, padahal kita tahu kalau mie instan sendiri tidak baik bagi kesehatan (ini kata-kata bibi saya yang seorang perawat, orang kesehatan).

Semoga saja, mereka yang mengatakan kalau kretek itu adiktif segera bertaubat. Tidak melulu berkampanye tanpa tahu kebenarannya. Tidak membuat muslihat, yang bukan hanya mendiskreditkan kretekus, tapi juga mengecilkan jutaan petani tembakau dan buruh kretek yang menyumbang cukai untuk Negara mereka, juga untuk agenda kampanye mereka.

(Visited 270 times, 1 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Opini