Siapa Bilang Orang yang Tidak Merokok Tidak akan Kena Kanker?

Selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan anggapan bahwa kanker paru-paru disebabkan oleh merokok. Anggapan ini sudah turun temurun dipropagandakan agen-agen antirokok kepada masyarakat hingga menjadi sebuah dogma. Sayangnya, semakin banyak penelitian dan ahli kesehatan sendiri yang membantah anggapan tersebut.

dr Su Jang Wen, misalnya. Dia adalah ahli bedah Toraks dan Kardiovaskular dari Gleneagles Hospital Singapura. Menurutnya, anggapan “Saya tidak merokok jadi tidak punya kanker paru-paru” adalah pernyataan yang salah. Saat ini, sudah banyak ditemukan kasus orang yang tidak merokok tapi tetap terkena kanker.

Dalam sebuah pertemuan di Plaza Bapindo, dr Su menjelaskan, penyebab seseorang terkena penyakit kanker paru-paru bisa disebabkan banyak hal. Bisa karena riwayat keluarga juga bahan kimia yang terkandung dalam udara. Hal terakhir banyak ditemukan pada kota-kota besar dengan angka polusi udara yang tinggi.

Tapi, apa masyarakat bisa menerima hal ini begitu saja? Mengingat apa yang dipropagandakan agen antirokok kalau penyebab kanker paru-paru adalah rokok sudah seperti dogma. Begitu juga para agen antirokok yang bakal sekuat tenaga menutupi hal-hal seperti ini, meski banyak dari mereka adalah dokter dan ahli kesehatan.

Sayang memang, ketika para agen antirokok yang dengan lantang menyalahkan rokok sebagai penyebab penyakit tapi mereka tidak mau mengungkapkan hal-hal seperti diatas. Mereka yang berjuang atas nama kesehatan pun lebih memilih menghabisi rokok ketimbang bersama-sama menyelesaikan masalah polusi udara. Oh ya, kebanyakan dari mereka juga naik mobil sih, penyebab polusi.

Seandainya, agen-agen antirokok itu mau jujur dan adil dalam memerangi segala bentuk perusak kesehatan, beranikah mereka menentang penggunaan bahan bakar fosil yang digunakan kendaraan mereka? Atau setidaknya, mereka berani melawan segala bentuk barang yang membahayakan kesehatan masyarakat? Ah, fakta bahwa orang yang tidak merokok bisa kena kanker saja mereka tidak berani ungkapkan, apalagi hal-hal seperti itu.

(Visited 306 times, 1 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Opini