Soal Larangan Merokok, Indonesia Harus Belajar dari Australia

Soal pengendalian tembakau, Australia adalah salah satu negara yang paling ketat dan tegas. Bahkan cenderung kejam. Dengan banyaknya peraturan soal larangan merokok disana, Australia dijadikan sebagai percontohan bagi banyak negara untuk menerapkan aturan ketat rokok. Dan Indonesia adalah salah satunya.

Selain menerapkan kebijakan kemasan polos (plain packaging) bungkus rokok, Australia juga menjadi negara yang lebih dulu mewajibkan  gambar seram untuk menghiasi bungkus rokok. Begitu pula soal larangan merokok di tempat umum dan yang lainnya, termasuk larangan merokok di penjara.

Dalam hal ini, saya sepakat bahwa aktivis antirokok Indonesia belajar dari Australia. Belajar bagaimana kebijakan yang diterapkan pemerintah Australia dan efek yang ditimbukan masyarakat setelahnya. Seperti yang baru-baru ini terjadi, soal kerusuhan di penjara di Melbourne.

Aturan larangan merokok di penjara yang diterapkan Pemerintah negara bagian Victoria menyebabkan kerusuhan selama 15 jam pada hari pertama diberlakukannya kebijakan itu. Para narapidana kemudian mengamuk menolak larangan tersebut. Dengan bersenjatakan potongan kayu, mereka menghancurkan dinding bagian dalam dan merusakkan jendela serta menyalakan api di dalam ruang tahanan.

Inilah yang mesti dipelajari Aktivis antirokok Indonesia. Bagaimana kesewenangan pemerintah Australia terhadap narapidana dilawan balik oleh mereka. Bagaimana peraturan yang begitu ketat dan tidak manusiawi, melarang hak mereka untuk merokok, mengakibakan kerusuhan yang cukup besar.

Sebelumnya, di Indonesia pun pernah ada perlawanan dari seorang perokok yang dilarang merokok di stasiun. Padahal, di Indonesia ada peraturan yang mewajibkan ruang merokok ada di tempat umum sebagai fasilitas bagi perokok. Meski kemudian apa yang dilakukan orang itu salah dan dipidanakan, pemerintah harusnya belajar untuk soal ini.

Bagaimanapun juga, merokok adalah hak bagi sebagian orang. Sama seperti hak tidak menghirup asap rokok bagi sebagian orang. Jangan sampai ada korban lagi akibat kebijakan sewenang-wenang dalam hal larangan merokok. Dan jangan sampai, timbul kerusuhan karena orang-orang menuntut hak mereka untuk merokok dengan nyaman dan aman.