Merokok dengan Baik

Tak semua orang merokok. Pula, tak semua perokok dan bukan perokok bisa damai. Hal inilah yang membuat sering terjadinya konflik antar perokok dan bukan perokok. Kadang, hanya karena masalah saling tegur saja bisa jadi saling pukul. Sebenarnya hal seperti ini bisa dihindari.

Memang perlu pembiasaan dan pemahaman untuk menjadi orang yang baik, termasuk perokok yang baik. Perokok yang baik artinya tak menggangu hak orang lain dan tak membuat masalah di publik. Karena jika sudah begitu, citra perokoklah yang akan menjadi buruk.

Menjadi perokok yang baik sebenarnya tidaklah sulit. Dasarnya cukup tahu bahwa perokok pun harus menghargai yang tak merokok, begitu pun sebaliknya. Sebagi perokok yang baik seharusnya tak pernah merokok di tempat umum.

Tempat-tempat umum seperti stasiun, bandara, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya memang harus bebas dari  asap rokok. Jika ingin merokok, maka perokok seharusnya merokok pada tempat khusus merokok yang pun seharusnya disediakan pengelola. Dengan begitu tentu tak akan ada konflik antar perokok dan bukan perokok.

Tak hanya itu, perokok yang baik pun tahu jika merokok tak boleh di depan wanita hamil, anak kecil, dan orang-orang rentan lainnya. Hal ini karena  terdapat risiko lebih jika mereka menghisap asap rokok. Tak perlu ditegur, seharusnya perokok yang baik sudah tahu.

Selanjutnya, perokok yang baik tak akan mengajak anak kecil untuk merokok. Mereka pasti tahu, bahwa rokok bagi anak-anak tidaklah baik. Selain itu, perokok yang baik pun akan menghargai orang yang tak merokok.

Tapi ya, agar mereka yang merokok mau menghargai hak orang lain dengan tidak merokok sembarangan, ya perlu disediakan ruang merokok yang katanya diwajibkan sama undang-undang itu. Kalau ruang merokoknya tidak disediakan, ya batas ruang antara perokok dan bukan perokok menjadi tidak jelas dan berpotensi menimbulkan konflik. Jika sudah begitu, sikap saling menghargai bisa rusak.

Menjadi orang yang baik dan saling menghargai tak sulit bukan? Dasarnya kembali pada saling menghargai. Perokok dan bukan perokok harus paham betul akan hal itu. Kalau tidak, citra buruk tentang peperangan tanpa akhir antara kedua kubu ini pun tak akan pernah berakhir.

Maka, marilah menjadi orang-orang baik yang saling menghargai hak orang lain dan lingkungan. Jangan egois dan hanya memikirkan diri sendiri.

(Visited 349 times, 2 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Opini