Hidup Sehat dan Merokok

Siapa bilang perokok tidak bisa hidup sehat?

Di zaman modern seperti sekarang, hidup sehat adalah impian banyak orang yang sangat sulit dipraktekkan. Aktivitas yang padat membuat orang lupa jika kesehatan tubuh adalah sesuatu yang penting dalam hidup ini. Hal-hal seperti ini berlaku bagi semua orang, baik yang merokok ataupun tidak.

Hidup sehat  adalah dambaan, tapi sulit dilakukan. Bagi yang tidak merokok, mengatur gaya hidup agar tetap sehat pun sulit terlaksana melihat bagaimana perkembangan zaman dan hidup yang serba praktis ini membuat gaya hidup mereka pun praktis. Apalagi dengan kegiatan super sibuk yang dilakukan, jangankan hidup sehat, bisa bertahan hidup saja sudah bagus.

Dengan kehidupan masyarakat kora yang begitu kompleks, akhirnya ya gaya hidup tidak sehat seperti jarang berolahraga, makan-makanan yang penuh lemak jenuh dan kolesterol, serta pola konsumsi yang tidak berimbang lah yang terlaksana. Gaya hidup macam ini tentu memiliki faktor resiko sendiri dalam berbagai penyakit mengerikan seperti Kanker, Jantung, dan Paru-paru.

Tapi nanti dulu, bukannya penyakit itu disebabkan oleh rokok, kok bisa yang nggak merokok punya resiko penyakit yang sama dengan perokok?

Inilah kesalahan persepsi yang selama ini dimiliki oleh publik. Rokok selalu dianggap sebagai faktor tunggal dari segala penyakit berbahaya. Penyebabnya bukan oleh yang lain, cuma rokok.  Padahal ya, banyak juga orang yang tidak merokok memiliki penyakit kanker, jantung, maupun paru-paru.

Menurut data World Health Organization negara peringkat pertama dalam urusan penyakit kanker bukanlah negara dengan tingkat perokok terbesar, melainkan Denmark yang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Padahal, Indonesia yang berada di urutan ketiga berdasar jumlah perokok terbanyak tidak masuk 20 besar.

Tentu bicara soal penyakit, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Dalam urusan pola konsumsi, di Jepang tingkat konsumsi rokoknya jauh lebih tinggi daripada Amerika Serikat. Namun presentase angka kematian penduduk Jepang lebih kecil daripada Amerika Serikat yang lebih banyak konsumsi dagingnya ketimbang masyarakat Jepang.

Selain itu, masyarakatnya lebih banyak menggunakan transportasi umum yang membuat tubuh mereka lebih banyak bergerak saat bepergian sehari-harinya. Minimal, untuk pergi ke halte bus atau stasiun dari rumahnya. Dibanding masyarakat Amerika yang lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, masyarakat jepang lebih banyak menggerakkan tubuhnya ketimbang masyarakat Amerika.

Di Indonesia sendiri, banyak orang yang sudah berusia 70 tahun keatas masih merokok. Namun, mereka tetap sehat dan bugar sehari-harinya karena gaya hidup mereka yang sehat. Banyak makan sayuran, masih bekerja dan berkeringat, dan yang paling penting tentunya mereka hidup senang, hidup bahagia.

Sedang masyarakat perkotaan yang termakan dogma hidup sehat itu tanpa rokok, justru memiliki peluang  yang lebih besar mendapat penyakit karena pola dan gaya hidupnya. Sudah jarang makan sayuran, tidak banyak berolahraga, tidak bahagia pula. Tingkat stres tinggi yang  dialami masyarakat kota tentu punya peran dalam memberi penyakit pada mereka.

Jadi masih yakin kalau hidup perokok tidak bisa sehat? Bahagia saja dulu, baru ngomongin hidup orang lain ya.