Wacana liar yang berkembang terkait hoax kenaikan harga rokok sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Sekalipun berkembang terlalu liar dan dibesar-besarkan, setidaknya sudah ada kepastian dari pemangku kebijakan bahwa kenaikan harga rokok tidak akan mencapai Rp 50 ribu sebungkus.

Pihak Direktorat Bea dan Cukai sendiri telah menegaskan perihal rencana kenaikan cukai tahun depan. Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 yang tengah dibahas pemerintah, kenaikan pada cukai tembakau berkisar di angka 5,7%. Jika pada tahun 2016 target penerimaan cukai tembakau senilai Rp 141 Triluin, maka tahun depan target penerimaannya naik menjadi Rp 149 triliun. Hal ini menegaskan, kenaikan harga rokok akan terjadi tahun depan. Tapi tidak akan segila angka yang diisukan.

Isu ini sendiri berkembang setelah laporan penelitian Pusat Kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dibuatkan artikel/berita dengan judul menipu di media abal-abal. Situs tidak kredibel seperti populerkan.id yang menjadi salah satu titik awal sebaran hoax ini menggunakan judul “Kebijakan Pemerintah!! Mulai Hari ini Harga Rokok Naik Menjadi Rp.50.000/Bungkus” yang jelas-jelas menipu dan sesat.

Dengan judul sebombastis itu, pengguna internet yang menemukan tautan terkait di media sosial banyak yang menyebarkan ulang tanpa sempat membaca. Padahal, dalam tulisan yang dimuat tidak sama sekali ditemukan pernyataan pemerintah yang menaikan harga rokok. Isinya, hanya laporan riset yang dilakukan Pusat Kajian FKM UI. Itu saja, tidak lebih.

Sayangnya, persebaran hoax ini menjadi tidak terkendali dan menjadi wacana liar setelah media arus utama melakukan doorstop terhadap beberapa tokoh untuk dimintai pendapat dan menjadikannnya berita. Berita-berita yang beredar bahkan tidak sedikit yang hanya memuat sumber tidak jelas seperti sebaran pesan di grup whatsapp dan status-status soal kebohongan harga baru rokok di media sosial. Media, dalam hal ini justru membuat wacana berkembang semakin liar karena tidak memperdulikan kaidah jurnalistik yang baik dan benar.

Keresahan pun terjadi di masyarakat akibat berita-berita yang berawal dari hoax ini. Semakin hari, masyarakat dipaksa terbelah menghadapi wacana ini. Ada yang setuju melawan yang tidak setuju. Semua terjadi karena tidak mampunya media melakukan peliputan yang kredibel dan menyajikan berita sekadarnya demi klik yang banyak.

Tapi, masyarakat tidak perlu lagi resah. Meski wacananya telah berkembang luas, tapi pemerintah tidak akan menaikan harga rokok secara tidak waras seperti yang diisukan. Pemerintah paham, kenaikan rokok punya aturan dan tidak bisa dimainkan secara sewenang-wenang. Harapan gila para aktivis antirokok tidak akan terlaksana. Jadi, tetap berkehidupan seperti biasa dan jangan lupa bakar kretek anda sebelum berangkat kerja.