Mungkin kalian akan merasa risih ketika menemukan, bukan satu atau dua, orang yang merokok di tengah kerumunan massa saat menonton konser. Tidak perlu orang yang nggak merokok, saya yang merokok saja risih melihatnya. Bukan apa-apa, sebagai perokok saya merasa kelakuan mereka dzalim sekali. Menganggu ketertiban umum.

Merokok di tengah kerumunan konser adalah hal biasa. Sama seperti merokok di stadion yang penuh dengan suporter bola atau acara apapun. Karena sudah biasa inilah, upaya untuk menertibkan mereka menjadi agak sulit dan perlu kerja keras.

Kelakuan semacam ini memang menjadi penyakit masyarakat kita. Bahkan untuk yang tidak merokok sekalipun. Tentu yang saya maksudkan adalah kelakuan mengganggu ketertiban umum. Dan merokok di tempat-tempat seperti diatas adalah salah satu kelakuan yang saya maksud.

Tentu contoh lain dari kelakuan yang mengganggu ketertiban umum banyak sekali. Tak perlu saya sebutkan lagi, cukup satu contoh saja; merokok di tempat umum.

Dalam kejadian semacam ini jelas saya akan membela kepentingan umum, maksud saya membela hak orang-orang yang tidak merokok. Saya juga perokok, tentu juga bisa saja merokok di tengah kerumunan massa saat konser berlangsung. Tapi hal tersebut pantang saya lakukan, setidaknya amat sangat saya hindarkan.

Pasalnya, kita tak pernah tahu apakah orang-orang yang ada di sekeliling kita juga merokok atau tidak. Kalau kebetulan kita merokok di samping yang tidak, jelas mereka bakal terganggu dengan aktifitas kita. Kalau di samping yang orang merokok, tentu sebaiknya juga tidak merokok.

Jikalau memang keadaan memaksa sekali, keluarlah dari kerumunan cari tempat yang layak dijadikan tempat merokok. Setidaknya ruang terbuka dan tidak banyak orang di sana. Karena memang mencari ruang merokok yang disediakan panitia konser sama sulitnya dengan mencari ruang merokok di tempat publik lainnya. Tapi saya nggak mau bahas itu lebih jauh.

Karena itu, saya senang dengan ajakan band Slank yang meminta para penggemarnya untuk tidak merokok di tengah konser mereka. Walau permintaan Slank ini disebabkan tidak bisanya satu dua personel mereka mencium bau rokok, tapi ya bolehlah diapresiasi. Meski tujuannya belum sampai ke arah menjaga kepentingan publik, setidaknya hal tersebut bakal membuat penontonnya lebih tertib.

Saya malah menyarankan mereka untuk melakukan kampanye ini di banyak tempat. Melakukan kampanye untuk mengajak para perokok sadar tempat, bahwa mereka punya tanggung jawab untuk tidak mengganggu hak orang lain. Seandainya hal ini terjadi, tentu akan menjadi awalan yang baik untuk agenda mengajak para perokok menjadi perokok etis. Hal yang saya dan teman-teman komunitas kretek lakukan enam tahun belakangan.