Memberangus Penyakit atau Tembakaunya?

orang merokok

Tembakau itu mematikan. Hal semacam inilah yang melulu dinyatakan kelompok kesehatan. Bahwa tembakau itu pasti menyebabkan penyakit mematikan semacam jantung, kanker, paru-paru, dan sekian penyakit mengerikan lainnya. Oleh karena itu tembakau harus diberangus dari bumi Indonesia.

Membincangkan penyakit sebagai akibat konsumsi terhadap suatu hal memang tidak bisa dipisahkan. Hampir semua barang yang dikonsumsi masyarakat memiliki risiko terhadap penyakit. Ya, risiko. Konsumsi nasi yang berlebihan bagi sebagian orang pun memiliki risiko penyakit seperti diabetes.

Rokok pun begitu, memiliki faktor risiko terhadap penyakit tertentu. Tentu berupa faktor risiko, bukan sesuatu yang pasti dan mutlak. Penyakit jantung yang melulu dikatakan sebagai akibat merokok juga dapat terjadi akibat konsumsi makanan dengan kolesterol yang tinggi. Tidak mutlak karena rokok.

Sebagai contoh, tingkat konsumsi rokok masyarakat Jepang lebih tinggi dari masyarakat Amerika Serikat. Tapi angka rasio penyakit jantung masyarakat Jepang lebih rendah dari Amerika Serikat. Ini terjadi salah satunya karena konsumsi daging masyarakat Amerika Serikat jauh lebih tinggi dari Jepang.

Tidak sedikit juga orang-orang yang tidak merokok sama sekali menderita penyakit mematikan seperti di atas; jantung ataupun kanker. Namun hal ini amat jarang dikatakan oleh kelompok kesehatan karena kontradiktif dengan pernyataan mereka soal rokok.

Persoalan yang lebih lucu lagi, kelompok ini melulu berbicara soal rokok berbahaya tapi lupa kalau ada banyak barang konsumsi masyarakat sama “berbahayanya” dengan rokok. Mulai dari makanan kemasan instan hingga makanan cepat saji di resto pun memiliki risiko yang tidak kalah besar dari rokok.

Sebenarnya bukan hanya itu, bahkan nasi pun memiliki faktor risiko terhadap penyakit tertentu. Bahkan yang dianggap sehat sekalipun macam jus buah punya faktor risiko tersebut.

Inilah yang membuat “pemberangusan” terhadap rokok menjadi lucu. Jika rokok kemudian dibenci karena dianggap membahayakan kesehatan, kenapa kelompok ini tidak mau memberangus barang konsumsi lain yang (sebenarnya) juga membahayakan?

Ada masalah apa dengan rokok hingga harus diperlakukan sedemikian rupa? Apakah yang dilakukan kelompok kesehatan terhadap rokok ini benar-benar demi menjauhkan masyarakat dari penyakit mematikan? Kalau memang begitu kenapa mereka tak mau memberangus makanan cepat saji atau barang konsumsi lain yang juga memiliki faktor resiko terhadap penyakit mematikan?

Jadi, apa yang sebenarnya mau diberangus?