Perdagangan rokok

Pengendalian, kata ini adalah kunci dari segala aktivitas kelompok yang menolak keberadaan tembakau. Banyak alasan yang mereka keluarkan untuk hal ini, mulai dari masalah kesehatan sampai menggunakan dalil haram dan haram. Namun, bukannya memilih untuk memberangus, mereka lebih memilih untuk mengendalikan peredaran tembakau.

Sekilas, hal ini bermakna apa-apa. Apalagi mengendalikan tembakau selalu diartikan sebagai upaya menjaga kesehatan anak bangsa. Tapi, jika kita telisik lebih dalam, makna mengendalikan jelas berbeda dengan menolak tembakau sepenuhnya. Memberangus tembakau sepenuhnya.

Jika anda mau sedikit belajar, pertarungan tentang tembakau adalah urusan ekonomi. Urusan uang. Suka atau tidak, kelompok anti tembakau turut mengakui bahwa industri ini dapat menghasilkan banyak uang. Memberikan banyak pemasukan. Karenanya, ketimbang menolak seutuhnya keberadaan tembakau, alangkah lebih baik jika (perdagangan) tembakau dapat dikendalikan oleh mereka.

Tentu pandangan di atas tidaklah mengada-ada. Jika kita melihat berbagai fenomena yang terjadi di negara yang memberikan akses pengendalian tembakau dengan ketat, kita akan menemukan bisnis tembakau dalam versi yang berbeda dari industri rokok.

Semisal di Inggris, ketika peredaran rokok diatur begitu ketat dan ruang-ruang merokok hampir dihabisi, muncul bisnis “alternatif” yang menawarkan cita rasa tembakau dalam bentuk rokok elektrik, koyo tembakau, atau permen tembakau. Dan bisnis “alternatif” ini kemudian turut menyebar ke berbagai belahan dunia, salah satunya Indonesia.

Belakangan memang marak penggunaan rokok elektrik di kalangan masyarakat kita. Hal ini tentu terjadi akibat dampak dari upaya pengendalian tembakau itu sendiri. Sayangnya, masyarakat Indonesia memang kelewat kreatif. Apa saja bisa dijadikan duit. Dan keberadaan rokok elektrik ini justru dimanfaatkan masyarakat untuk mengais rezeki.

Memang kemudian kelompok anti tembakau juga menandai rokok elektrik sebagai sesuatu yang berbahaya. Sama seperti rokok biasa, sama bahayanya menurut mereka. Bisa jadi hal ini dilakukan sebagai upaya cuci tangan agar tidak disangkakan sebagai inisiator keberadaan rokok elektrik. Seperti yang saya tuliskan diatas, rokok elektrik adalah tawaran alternatif bagi para konsumen rokok untuk menghentikan aktifitas merokoknya.

Tapi perlu diingat, bahwa pertarungan soal rokok adalah pertarungan soal uang. Ketimbang mematikan tembakau yang memiliki nilai ekonomis tinggi, mereka lebih suka mengendalikan bisnis tembakau entah dengan produk apa. Bisa koyo tembakau, permen tembakau, atau malah Nicotine Replacement Therapy.

Kalau memang kelompok anti tembakau benar-benar berniat menjaga kesehatan masyarakat, serta benar-benar yakin kalau tembakau itu amat membahayakan kesehatan, harusnya mereka getol mendorong pemusnahan tanaman ini. Itu kalau mereka konsisten ya. Kalau ujung-ujungnya melulu membicarakan upaya pengendalian, saya malah ingin bertanya, pengendalian tembakau macam apakah yang kalian maksud? Perdagangannya? Oh gitu.