Kiat Hemat Merokok Walau Tidak Punya Uang

Area merokok

Pada masa awal kuliah, kretek Dji Sam Soe adalah teman perjuangan menjalani hidup gembel di kampus. Saat itu adalah masa prihatin dalam hidup saya. Mau makan, belinya nasi rumput. Itu loh, nasi padang yang isinya cuma nasi, sayuran, diguyur kuah-kuah khas masakan padang. Untuk lauknya, ya ditambah kerupuk 1 biji sebagai penambah rasa makanan. Harganya, cuma tiga ribu rupiah saja.

Karena hidup seperti itu, maka rokok yang saya hisap pun mengikuti isi dompet. Berhubung dompet jarang ada isinya, makanya rokok yang saya hisap biasanya berjenis kelamin kretek tangan. Itu loh, kretek yang nggak pakai filter. Bisa Sam Soe, bisa juga Djarum Coklat. Tergantung kepengenannya aja.

Kretek tangan adalah jenis rokok yang bisa bertahan lama ketika dikonsumsi. Dihisapnya tahan lama, jadi terasa irit dan hemat. Ya maklum, gerombolan kaum miskin kampus seperti saya itu biasanya beli rokok tebal kayak gitu dan beli ketengan agar tetap bisa mengonsumsi rokok. Perkara makan, ya tetep makan. Tapi ya dihemat juga.

Masyarakat Indonesia itu kreatif. Seperti saya pada masa-masa itu. Nggak punya duit tetep bisa makan sama beli rokok. Gimana caranya, ya hidup kreatif lah.

Ketika tidak punya uang untuk beli rokok, ya jangan beli. Dahulukan perkara beli makan biar kalian nggak sakit. Lah percuma aja kalau kalian merokok tapi malah sakit gegara kelaparan. Kan keluar duit yang lebih besar juga. Makanya, setidakpunya uang kayak gimanapun, utamakan beli makan. Rokok mah gampang.

Kenapa gampang? Lah emangnya kalian nggak punya teman. Kalau lagi nggak punya uang, abis makan ‘asem’ pengen ngisep rokok ya samperin tongkrongan yang ada teman kalian. Duduk ngobrol-ngobrol sebentar, terus ya minta rokok. Minta ya, jangan ambil seenaknya aja.

Kan lumayan, pas lagi nongkrong kamu bisa isep sebatang dua batang rokok punya temanmu. Tapi ya jangan banyak-banyak mintanya. Secukupnya saja. Biar kere kamu harus tetep jaga gengsi. Biar nggak kelihatan kere-kere banget.

Nah, pas kamu punya uang, jangan beli rokok satu bungkus. Tetap beli ketengan, tentu agar hemat. Kadang, beli rokok bungkusan memang terlihat lebih hemat. Tapi nyatanya, pola konsumsi kamu bakal semakin boros karena ketersediaan barang konsumsi. Akhirnya, rokok cepat habis dan kamu nggak punya stok lagi.

Agar tetap hemat, beli ketengan adalah solusi. Kamu harus jatah konsumsi rokokmu barang dua batang aja untuk pagi, dua batang untuk siang, dan dua batang untuk malam. Dengan pola kayak gini, esok hari kamu bakal tetep bisa merokok. 

Kalau lagi punya uang banyak, baru beli rokok bungkusan. Ambil tiga atau empat batang untuk disimpan di kantong, sisanya tebar aja. Biar orang yang biasa kamu minta rokoknya bisa ngerasain rokokmu. Ya balas budi, biar nanti kalau kamu minta rokok mereka nggak diocehi.

Dan yang terpenting, kamu harus bisa mengendalikan pola konsumsimu. Jangan sampai, udah tahu nggak punya uang, tapi malah beli rokok banyak-banyak dan cepat banget habisnya. Kalau udah seperti itu, mau punya rokok satu slop juga bakal habis dalam waktu 3 hari doang. Jatah rokok satu bulan habis dalam waktu tiga hari kan pahit, bos.