Beberapa Sesat Pikir Pengguna Vape pada Kretek

Pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait ajakan para pengguna vape beralih ke rokok biasa menuai kecaman. Setidaknya kecaman ini muncul dari para pengguna vape yang tergabung dalam Asosiasi Vaporizer Indonesia. Menurut mereka, bapak menteri telah berlaku tidak adil, diskriminatif, juga mendiskreditkan aktiivtas mereka.

Sebenarnya mereka berhak-berhak saja tidak senang pada pernyataan menteri. Karena memang tidak ada masalah juga kalau mereka mau nge-vape atau apalah itu. Yang jadi masalah kemudian, mereka teriak upaya mendiskreditkan vape, padahal ya mereka sendiri acapkali melakukan hal yang sama pada perokok.

Bukan rahasia umum lagi kalau vape atau rokok elekterik itu adalah salah satu produk yang diupayakan menjadi produk alternatif nikotin pengganti rokok. Namanya saja sudah pengganti rokok, artinya ya produk ini bakal mengupayakan segala cara agar pengguna rokok beralih menggunakan vape atau sejenisnya. Kurang lebih begitu.

Masalah menjadi besar kemudian karena para pengguna vape ini turut menyebut bahwa merokok itu tidak sehat, perokok itu harus beralih dari produk berbahaya. Mereka menganggap bahwa vape adalah solusi agar para perokok tak lagi terjerumus pada hal berbahaya. Ada pula yang bilang “Kami hanya ingin bebas dari asap rokok, kami hanya memberi jalan agar para perokok terbebas dari 5000 zat berbahaya dari sebatang rokok”.

Bah, berasa mulia betul mereka. Ketika mereka berpikir hal macam tadi, perokok mah sudah dengan asyik menunjukkan dada setelah memberikan bantuan pada BPJS via dana cukai. Ya, inilah beberapa hal yang tidak diketahui dari para vapers itu. Di saat mereka masih mengoceh soal bahaya merokok dan mendiskreditkan perokok, kita sudah memberikan kontribusi nyata pada negara.

Inilah konteks yang tidak dipahami oleh mereka dari pernyataan bapak menteri. Bahwa kretek adalah satu produk yang jelas menyerap hasil pertanian tembakau kita. Apakah vape tidak menyerap? Entah lah. Yang pasti berapa sih besaran serapan tembakau dari produk yang hanya menggunakan eksraksi nikotin? Sampai saat ini tidak jelas, berapa besaran serapan tembakau oleh pengusaha vape.

Hal lain yang perlu ikut diperhatikan, hingga saat ini tidak jelas bagaimana industri vape menggunakan komponennya. Masih terdengar beberapa berita yang mengabarkan jika produksi vape dilakukan dengan bahan campuran yang tidak jelas usulnya. Tentu saja ini membedakan posisi kretek yang jelas-jelas bahan bakunya adalah cengkeh dan tembakau.

Lagipula, jika rokok dianggap berbahaya, apakah tidak produk dengan bahan baku yang mengandung nikotin juga tidak berbahaya? Ini satu lagi sesat pikir para pengguna vape. Toh jelas-jelas dalam sejarah penemuan kretek, produk ini dikonsumsi untuk meredakan sesak nafas sang penemu. Kalau boleh kasih tahu sih, cengkeh yang terkandung dalam kretek itu punya banyak manfaat loh buat kesehatan.

 

 

(Visited 407 times, 9 visits today)