Ini Ciri-ciri Perokok Etis

membakar rokok kretek
membakar rokok kretek

Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat adalah wajar. Termasuk beda pendapat soal rokok. Buat perokok, kebiasaan menghisap produk tembakau telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas keseharian mereka. Namun, ada juga pihak-pihak yang tidak ingin terkena asap rokok.

Meski begitu kedua pihak dapat mengedepankan sikap saling menghargai. Di satu sisi, golongan non perokok tidak perlu marah atau mencela kebiasaan menghisap rokok. Sementara, di lain sisi, para perokok harus  menghargai hak non perokok.

Khusus untuk perokok, sikap semacam itu merupakan wujud dari apa yang disebut sebagai perokok etis. Beberapa  ciri perokok  etis adalah sebagai berikut:

1. Merokok di Ruang Merokok

Belakangan, di beberapa tempat seperti, bandara, hotel, dan perkantoran, para pengelolanya telah memberlakukan larangan merokok di dalam gedung. Oleh karena itu, ketika tengah berada di tempat-tempat tersebut sebaiknya Anda menahan diri untuk tidak menghisap produk tembakau. Namun, jika Anda tetap ingin merokok, sebaiknya lakukan aktivitas itu di tempat yang telah disediakan atau biasa disebut Smoking Lounge. Sayangnya, Anda akan sering kecewa karena ternyata gedung itu tidak menyediakan Smoking Lounge, atau kalaupun ada ruangan itu kurang layak dijadikan tempat merokok. Padahal, ketika mereka memberlakukan larangan merokok mereka wajib menyediakan ruang layak untuk merokok.

2. Tidak Merok di dalam Angkutan Umum

Perokok etis sangat dianjurkan untuk tidak merokok di dalam angkutan umum seperti, Bus, metro mini atau angkutan perkotaan lainnya, apalagi jika angkutan umum itu penuh dengan penumpang. Ruangan angkutan umum yang tidak begitu luas dan dengan ventilasi udara yang kurang memadai menjadikan sirkulasi udara di dalam tidak begitu lancar. Kondisi semacam ini tentu akan membuat penumpang lain kurang nyaman.   Alasan sama juga bisa menjadi pertimbangan bagi perokok ketika ia tengah berada di ruangan yang tidak begitu luas dan dipadati orang.

3. Menghindari Balita dan Ibu Hamil

Perokok sering dipaksa berhenti dari kebiasaan menkonsumsi produk tembakau karena dianggap sebagai orang yang tidak sayang terhadap anak-anak dan tidak menghargai wanita hamil. Sebenarnya, anggapan semacam itu menjadi tidak begitu relevan jika para perokok menghindari Balita dan Ibu Hamil saat merokok.

4. Tidak Menawarkan Rokok pada Anak-anak

Seorang perokok yang bertanggung jawab tentu tidak akan menawarkan rokok apalagi mengajarkan kebiasaan merokok kepada anak di bawah umur 18 tahun.  Karena, dilihat dari aspek hukum anak-anak yang belum mencapai usia 18 tahun tidak diizinkan untuk menghisap tembakau.

5. Menaruh Abu dan Puntung Rokok di Tempatnya

Salah satu ciri lain dari perokok etis adalah tidak membuang putung dan abu rokok sembarangan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian perokok terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Mungkin kebiasaan ini sulit untuk dilakukan, namun Anda bisa mensiasatinya dengan menggunakan asbak portabel yang bisa  dibawa ke mana Anda pergi.