Rokok Versi Ketua PBNU dan Wamen Kesehatan

said aqil dan rokok
said aqil dan rokok

Ramah tamah yang berlangsung sebelum acara Ulang Tahun Perguruan Alma Ata Yogyakarta februari 2012 berlangsung seru. Pasalnya, di ruangan Prof. Dr. H. Hamam Hadi (Acting Rector Alma Ata) terjadi perbincangan menarik antara Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Said Aqil Siroj dan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti.

Awalnya, ada yang matur kepada Pak Said, jangan sampai NU ikut-ikutan mengharamkan rokok. Beliau kemudian menjawab secara panjang lebar bahwa NU tidak mungkin mengharamkan hal-hal yang secara nash belum jelas keharamannya. Lagian NU sadar adanya permainan di balik pasal pengendalian tembakau.

Eh, Pak Wakil Menteri yang ternyata santri Budi Mulya-nya Amien Rais itu komentar: “Yang menjadi konsen kita bukan halal-haramnya, tapi masalah kesehatannya,” ujarnya.

“Begini ya, Pak Menteri,” kata Pak Said langsung menimpali, “kalau masalahnya kesehatan, saya punya paman, namanya Hasan. Suatu ketika beliau sakit dan berobat ke dokter. Dokter tersebut menyuruh beliau berhenti merokok. Beliau malah njawab begini: “Dulu saya juga disarankan begitu sama seorang dokter. Tapi gak tahunya, dokter yang menyarankan itu malah mati duluan…”

Semua orang yang ada di ruangan itu tergelak,…