THR Industri Rokok Asing dan Industri Nasional

nganjang tembakau
nganjang tembakau

Industri Rokok Nasional

Salah satu representasi industri rokok nasional, PT Djarum Kudus, lebaran tahun ini membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk puluhan ribu pekerjanya pada 25 Juli 2013. Khusus THR, Rp55,7 miliar telah dibagikan oleh industry ini kepada 56.100 pekerja tersebar di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Demak.

Selain THR, pabrik rokok ini juga memberikan tunjangan kemahalan kepada para pekerjanya sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan harga BBM. Mestinya THR bisa dibayarkan pada H-7 Lebaran atau sekitar awal Agustus, namun perusahaan sengaja membagikan THR lebih awal dari jadwal. Perusahaan berharap uang THR ini dapat digunakan puluhan ribu karyawan sebelum terjadi kenaikan harga barang-barang yang lazim terjadi menjelang Lebaran.

Industri Rokok Asing

Berbeda dengan buruh industri rokok nasional, ribuan buruh pabrik rokok asing, PT Bentoel Utama, mesti melakukan aksi turun ke jalan dan menuntut adanya kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR). Para buruh serentak berunjuk rasa dan aksi turun ke jalan di sejumlah lokasi pabrik.  Aksi yang dilakukan ini sebagai solidaritas memperjuangkan hak buruh agar bisa segera terealisasi sesuai janji perusahaan. Bentoel merupakan bagian dari korporasi rokok asing British American Tobacco.

Perbedaan perlakuan terhadap buruh di antara kedua industri ini setidaknya mencerminkan nomenklatur industri asing dan industri nasional. Dalam segi sumber produksi, keduanya juga memiliki perbedaan yang signifikan. Tembakau yang digunakan oleh industri kretek nasional adalah tembakau local. Sementara tembakau yang digunakan sebagai bahan produksi industri rokok asing, sebagian besar adalah tembakau impor.