Dialog Lucu Soal Rokok

JAKARTA, 13/3 - TILANG PENGENDARA MOTOR. Dua petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Pusat mengisi form surat tilang para pengendara sepeda motor yang melaju di jalur cepat di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta, Jumat (13/3). Operasi Patuh Jaya 2009 oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya hingga pertengahan bulan ini digelar guna mengatasi pelanggaran lalu lintas oleh pengendara sepeda motor, dan angkutan umum. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/mes/09.

Cerita Pertama

Alkisah ada tiga ekor binatang yang saling bersahabat. Mereka adalah Kura-kura, Kodok, dan Kaki Seribu.

Suatu hari si Kura-kura mengundang ke rumah si kedua sahabatnya tersebut, untuk menghadiri pesta perayaan ulang tahun si Kura-kura. Akhirnya mereka datang dan membuka acara pesta tersebut dengan makan-makan dan minum-minum. Seperti biasa, sehabis makan dan minum, mereka merasa asem mulutnya. Saatnya merokok.

Kodok             : “Eh, habis makan ada yang kurang nih, loe pada ngerasa gak? Oh iya kita kok gak ngerokok ya, mulut asem banget nih.”

Kura-kura        : ”Iya ya, sorry gue lupa nggak nyediain rokok. Kalo gitu loe beli aje deh ‘Dok, warungnya deket kok.”

Kodok             : ”Lho kok gue sih. Kan tuan rumahnya loe Kura.”

Kura-kura        : ”Iya sih, tapi kan gue jalannya lambat. Kalo loe kan bisa cepet, bisa loncat-loncat.”

Kodok             : ”Ah, nggak bisa gitu dong! Lagian kalo soal cepet, pasti si Kaki Seribu lebih cepet dari gue. Kakinya aja ada seribu!”

Kura-kura        : “Oh iya ya. Elu aja deh yang pergi, Kaki Seribu.”

Kaki Seribu     : “kok jadi gue sih.”

Kodok             : “Udah, nggak apa-apa. Loe aja, buruan.”

Akhirnya si Kaki Seribu pergi juga untuk membeli rokok. Si Kodok dan Kura-kura menunggu sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima belas menit menunggu, si Kaki Seribu belum datang juga. Sampai satu jam lebih ternyata si Kaki Seribu gak nongol-nongol juga.

Kodok             : “Kok si Kaki Seribu nggak balik-balik ya?”

Kura-kura        : “Iya nih, gue jadi khawatir. Kita susulin aja yuk, Dok.”

Kodok             : “Ayuk deh.” Tapi pas si Kura-kura buka pintu, ternyata si Kaki Seribu sudah ada di depan pintu.

Kura-kura        : “Nah ni dia…”

Kodok             : “Iya nih dari tadi ditungguin juga, mana rokoknya. Mulut gue udah asem banget nih.”

Kaki Seribu     : “Boro-boro rokok, jalan aja belom.”

Kodok             : ”Haaah! Belom jalan? Emangnya dari tadi ngapain aja?”

Kaki Seribu     : “Yeee… Loe nggak liat nih, gue lagi pakai sepatu. Baru 743 sepatu yang udah gue pakai, masih ada 257 sepatu lagi”

Cerita Kedua

Suatu ketika seorang pemuda bernama Jantan hendak pergi bermalam minggu ke rumah pacarnya dengan mengendarai sepeda motor bututnya. Walau penampilan pemuda tersebut lebih lusuh daripada sepeda motor bututnya, namun cinta tak memandang status. Nyatanya pacarnya lebih cantik daripada Prita Laura.

Dalam perjalanan, si Jantan melanggar lampu lalu lintas dan ditilang oleh pak polisi.

Polisi               : Selamat sore, bisa ditunjukkan surat-suratnya?
Jantan              : Ini pak, SIM dan STNK saya.
Polisi               : Anda tahu kesalahan anda apa?
Jantan              : Iya pak, saya melanggar lampu lalu lintas, terus gimana pak?
Polisi               : Menurut peraturan, ini didenda 100 ribu.
Jantan              : Wah pak, bisa damai gak? Saya Cuma punya uang 20 ribu. Ini pun mau saya belikan Bakwan Jagung buat oleh-oleh pacar saya.
Polisi               : Ya sudah, 20 ribu tidak apa-apa. Tapi lain kali jangan diulangi lagi melanggar lalu lintas?
Jantan              : Aduh pak, saya gak bisa belikan Bakwan Jagung buat pacar saya dong?
Polisi               : Kalau tidak mau, ya saya tilang. Terserah kamu, mau pilih saya tilang atau pilih beli Bakwan Jagung.

Akhirnya Jantan dengan terpaksa menyerahkan uang 20 ribu miliknya tersebut kepada polisi, dan mengurungkan niatnya untuk membelikan oleh-oleh pacarnya, Bakwan Jagung. Dan polisi meminta agar uang tersebut dibelikan rokok 2 bungkus untuknya di warung belokan setelah lampu merah.

Jantan              : Pak, beli rokok 4  bungkus ya.
Penjual            : Semua 40 ribu dek.
Jantan              : Maaf pak, saya disuruh pak polisi yang didepan itu. Katanya dia yang mau membayar nanti. (sambil menoleh ke pak polisi dan melambaikan tangan menunjukkan rokok dan Polisi pun membalas lambaian tangan tersebut )
Penjual            : Oh iya dek, nanti saya minta pada pak polisi uangnya.

Jantan kembali menghampiri polisi dan menyerahkan 2 bungkus rokok dan berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya. Setelah agak lama, penjual mendatangi polisi untuk menagih uang rokok tadi, si polisi kebingungan karena ditagih uang rokok yang malah menjadi 2 kali lipat harganya.

Penjual            : Kata orang tadi, bapak yang mau membayar, gimana sih?!
Polisi               : Wah, kampret anak itu. Kena tipu saya ~!@#$%^