Bagi Masyarakat Aborigin Rokok Itu Suci

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kretek adalah bagian dari kebudayaan mereka. Bukan sekadar budaya, melainkan sudah menjadi bagian dalam hidup mereka. Dan bukan hanya di Indonesia, bagi beberapa masyarakat di dunia, rokok pun adalah kebudayaan mereka.

Misalnya pada suku Aborigin. Penduduk asli Australia itu menjadikan rokok sebaai bagian dari lirik lagu dan menyanyikannya. Meski rokok selalu dibenci oleh kaum antirokok Australia, bagi mereka, rokok adalah sesuatu yang suci.

Salah satu lagu mengenai rokok bagi suku Aborigin berjudul Gatjala. Lagu ini sendiri berkisah tentang bagaimana rasanya mengisap rokok. Dengan Yidaki, sejenis alat musik tiup, suku Aborigin memainkan dan menyanyikan lagu tersebut.

Mereka menyanyikan apa yang mereka minum, mereka isap, dan mereka potong. Dalam hal ini, mereka menceritakan bagaimana mereka hidup bersama apa yang mereka konsumsi. Lagu ini sendiri dinyanyikan dengan nada rendah, dan akan terdengar seolah mereka sedang membacakan mantra ketika menyanyikan lagunya.

Uniknya, warga Aborigiin justru diperkenalkan dengan eokok oleh bangsa Makasar. Dulu, warga Aborigin menukar (barter) teripang mereka dengan rokok yang dibawa bangsa Bugis. Sayangnya, kini budaya mereka semakin terpinggirkan dengan kebijakan keras pemerintah Australia yang mengatur ketat perkara rokok.

Padahal, sebagai budaya rokok bukan saja sekadar barang konsumsi, melainkan sesuatu yang dianggap suci sejak leluhur mereka hidup. Namun kini, seperti di Indonesia, budaya lokal masyarakat justru hendak dihancurkan oleh kepentingan global yang mengatasnamakan kesehatan dan dengan enaknya dapat menghancurkan budaya tersebut.

(Visited 329 times, 1 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam

Tags: