Jamuan Rokok dalam Selamatan

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, selamatan adalah suatu bentuk cara untuk memperingati atau mensyukuri sesuatu. Biasanya, prosesi selamatan dilakukan dengan melakukan doa bersama para tetangga yang diundang oleh empunya hajat. Dan dalam hal ini, tuan rumah tentunya menyediakan berbagai sajian kepada para tamu yang telah datang.

Pada prosesi penjamuan para tamu, sajian yang dihidangkan tidaklah melulu soal makanan yang enak dan mewah. Jika tuan rumah mampu boleh menyediakan makanan enak dan mewah, kalaupun tidak mampu cukup dengan menyediakan jamuan yang sederhana. Tak perlu mewah, asal bisa menghargai keberadaan para tamu.

Meski begitu, ada beberapa sajian wajib yang tak boleh dilewatkan tuan rumah dalam menjamu para tamu. Hampir pada setiap jamuan, selalu disediakan kacang, kopi, dan rokok untuk para tamu.

Sajian ringan ini biasanya disantap di sela-sela waktu berdoa dan setelahnya selesai. Sambil bercengkrama dengan tetangga yang agak jarang dijumpai di waktu-waktu lain, kacang, kopi, dan rokok pun menjadi teman yang pas untuk ngobrol berama.

Biasanya, kacang kulit yang disajikan di piring-piring. Lalu kopi akan dihidangkan dalam teko dan batang-batang rokok yang disajikan dalam gelas kaca bening. Para tamu, sambil ngobrol tentunya, bakal mengambil sendiri apa yang diinginkannya. Yang merokok ya ambil rokok sebatang, yang tidak merokok tentu lebih senang mengemil kacang. Tidak ada yang melarang, tidak ada yang berlebihan.

Kalau disediakan, para tamu biasanya terlebih dulu menyantap makanan utama seperti nasi beserta ayam bakar dan lalapannya. Baru kemudian setelah selesai, dilanjut ngobrol ditemani kacang, kopi, dan rokok. Waktu ngobrol pun tidak dibatasi, bisa sampai tengah malah juga bisa sampai menjelang subuh.

Sebelum pulang, tuan rumah biasanya membekali para tamu dengan sajian yang telah dibungkus, atau lebih dikenal dengan besek. Sebagai ucapan terima kasih karena mereka telah datang dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah masing-masing. Ada juga yang membekali tamu dengan sebungkus rokok, meski tidak semua melakukannya.

Begitulah kemudian tradisi ini masih berlaku dalam masyarakat kita. Selain sebagai ritual, selamatan bagi masyarakat bisa menjadi sarana berkumpul yang jarang dilakukan dalam kehidupan bertetangga. Berbincang bersama sambil nyemil kacang dan menghisap kretek tentunya.