Tembakau Hitam Komoditas Andalan Sumedang

Warga menjemur tembakau budidaya yang telah diolah di Kampung Bako, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/10). Para Petani dan warga yang membudidaya tembakau di kampung tersebut, saat ini mulai menanam sayuran untuk membantu kebutuhan hidup mereka karena masih rendahnya harga tembakau dari petani yang dijual pada kisaran Rp. 20.000 - Rp 50.000 per kodi serta penurunan permintaan akibat anggapan merusak kesehatan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ed/Spt/14

Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan beserta istri dan rombongan pejabat Pemkab pada Selasa (10/5) lalu melakukan kunjungan ke Kabupaten Lima Puluh Kota—Sumatera Barat. Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap salah satu komoditas unggulannya, yakni tembakau hitam, dan  yang juga dikenal dengan tembakau mole.

Tidak hanya rombongan Wabup, pada kunjungan kali itu pejabat dari Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan, Asisten Pembangunan dan Bagian Ekonomi pun turut serta dalam rombongan. Hal ini diniatkan dalam rangka melakukan studi, khususnya dalam hal memasarkan tembakau.

“Kami ke sana ingin belajar memasarkan tembakau hitam yang merupakan produk unggulan Sumedang,” kata Dede Hermansah, Asisten Ekonomi. Menurutnya lagi, saat ini produksi tembakau hitam Sumedang hanya dipasarkan secara lokal saja melalui pasar tembakau di Tanjungsari. “Sedangkan di Kabupaten Lima Puluh Kota, produk tembakau itu sudah diekspor ke luar negeri,” paparnya.

Disebutkan pula, kunjungan tersebut bukan hanya sekadar membuat kesepakatan dan kerjasama saja. “Kami ingin melihat bagaimana proses ekspor tembakau yang dilakukan di sana. Apakah nanti dilakukan kerjasama atau kami langsung menjajaki ekspor, tergantung hasil kunjungan,” lanjut Dede.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dicky Rubiana menyebutkan kunjungan tersebut juga untuk meningkatkan kemitraan. “Pemkab Sumedang melakukan kunjungan kerja lapangan serta fasilitasi pemasaran tembakau hitam,” katanya.

Perlu diketahui juga tembakau hitam merupakan komoditas khas Sumedang yang sudah dipatenkan. Tercatat di direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, yang telah memberikan sertifikat dengan nomor registrasi ID G000000008 yang dikeluarkan tanggal 21 Januari 2011.

Tembakau yang dihasilkan Kabupaten Sumedang berbeda dengan tembakau dari daerah lain. Tembakau mole memiliki mutu dan cita rasa yang khas, aroma wangi, rasa isap yang enak dan bebas dari rasa pahit.

Saat ini lahan yang ditanami tembakau yang terdapat di 25 kecamatan dari 26 kecamatan di Sumedang mencapai 2.495 hektare, dengan jumlah petani mencapai 9.755 orang. Dalam satu tahun produksi tembakau di Sumedang mencapai 2.239 ton. Jumlah itu dihitung dalam rajang kering. Sisi khas dari tembakau andalan Sumedang ini karena diolah dengan cara dirajang secara tradisional. Rajangan tembakau Sumedang ini terkenal dengan rajangan tipisnya.