Tetap Setia Bersama Rokok di Usia Senja

Dunia mencatatkan ada beberapa orang yang hidup hingga usianya melebih 100 tahun. Ada  Sarah Knauss yang berusia 119 tahun, Shigechiyo Izumi yang berusia 120 tahun, ada pula Jeanne Calment yang berusia 122 tahun. Beberapa dari mereka diketahui mengkonsumsi alkohol dan rokok. Padahal, kedua hal tersebut selalu diidentikkan dengan penyebab penyakit berat dan penyebab kematian.

Shigechiyo-Izumi
Shigechiyo Izumi

Shigechiyo Izumi, misalnya, diketahui gemar mengkonsumsi shochu, sejenis minuman beralkohol di Jepang yang terbuat dari fermentasi barley dan beras. Di usia senja, Ia tetap sehat dan terus mengkonsumsi shochu. Begitu pula Jeanne Calment yang tetap mengkonsumsi rokok sekalipun usianya telah melebihi angka 100.

Jeanne-Calment-smoking_1
Jeanne Calment

Hal ini tentu membalikkan persepsi publik terkait rokok dan kesehatan. Ketika banyak iklan dan media yang terus saja mengkampanyekan bahwa rokok itu membunuh, namun tetap saja ada orang-orang yang usianya melewati 80 tahun tapi masih sehat dan terus merokok. Mereka seakan membuktikan bahwa perkara kesehatan serta kematian ditentukan oleh rokok. Ada banyak faktor yang mempengaruhi.

Pada sebuah film dokumenter bertajuk ‘Mereka yang Melampaui Waktu’, ditampilkan cukup banyak orang-orang tua yang masih sehat dan tetap beraktifitas layaknya mereka masih muda. Mereka tetap meghisap kreteknya, tanpa mengeluh sakit ini atau sakit itu. Dokumenter yang dibuat di 14 kota di Indonesia ini mengajarkan banyak hal terkait kehidupan dan perkara sehat dari para orang tua lanjut usia.

Beberapa waktu terakhir sendiri, dunia kembali ramai ketika menemukan seorang lelaki tua yang usianya telah melewati 140 tahun. Tepatnya, lelaki yang akrab disapa Mbah Ghoto ini telah menginjak usia 146 tahun. Lelaki asal Sragen ini, meski telah kehilangan stamina yang prima tapi tetap terlihat sehat. Hanya pendengaran dan pengelihatannya yang semakin berkurang karena dimakan usia.

Dua tahun lalu, kakek yang satu ini setiap harinya masih sanggup untuk mencabuti rumput di halaman serta menyirami tanaman di halamannya. Namun sekarang, kondisi fisiknya mulai menurun. Kini Ia lebih sering duduk-duduk menikmati kretek sembari mendengarkan radio di rumahnya. Ya, di usia setua itu ia masih cukup sehat dan masih senang menikmati kretek.

Hal ini, sekali lagi, setidaknya cukup menjelaskan bahwa perkara kesehatan tidak melulu perlu dikatikan dengan rokok. Segala jenis penyakit mematikan yang selama ini diidentikkan dengan rokok nyatanya tidak melulu menjangkiti para perokok. Penyakit Kanker, Jantung, dan Paru-paru nyatanya tetap bisa menjangkiti mereka yang tidak merokok.

Karena, perkara kesehatan ini kompleks. Tidak bisa menghakimi satu dua faktor untuk menyatakan penyakit itu diakibatkan sesuatu. Semuanya tetap bergantung pada gaya hidup dan pola konsumsi. Ya paling tidak kita masih bisa belajar dari para orang tua lanjut usia itu, bahwa merokok tidak melulu akrab dengan mati muda.