Kiat Petani Menyiasati Panen Tahun Ini

Tidak bagusnya panen tembakau akibat diserbu hujan tahun ini tak lantas membuat petani tembakau buntu akal. Para petani di Desa Tondowulan, misalnya, yang memilih untuk membawa hasil panen mereka ke desa lain agar mampu terjual. Para petani tembakau di seberang sungai Brantas (Jombang) ini mengambil langkah itu karena tak ada tengkulak yang berani mengambil resiko membeli hasil panen mereka,

“Karena tidak ada tengkulak yang berani membeli tembakau panen sawah, terpaksa tembakau kita petik sendiri dan kita olah sendiri,” ungkap Syamsul Huda, petani tembakau asal Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan.

Ikhtiar yang dilakukan secara tradisional ini adalah budaya yang telah berlangsung turun temurun, yaitu dengan mengolah tembakau untuk kemudian dijual dalam kondisi kering. Namun beda hal dengan petani yang bermodal cukup, biasanya mereka menggunakan cara pengasapan atau oven. Daun-daun tembakau yang dipetik dari sawah dicongok, yaitu beberapa lembar daun tembakau direnteng dengan ditusuk pada bagian tangkainya, untuk kemudian dioven.

“Lewat cara ini, petani harus menyewa bangunan khusus yang memang konstruksinya dan peruntukannya untuk mengoven tembakau. Biaya sewa bangunan khusus itu sekitar enam ratus ribu untuk lima belas hari. Itu belum kayu bakar untuk memanaskan oven,” ujarnya lagi.

Dan kiat yang kedua ini terbilang berbiaya lebih murah, yaitu dengan cara “rajang“. Daun tembakau yang telah dipetik, ditumpuk dan disimpan selama seminggu. Setelah layu dan menguning, tembakau dirajang seukuran irisan tembakau rokok. Setelah itu dijemur sampai kering dan siap jual.

Pilihan terakhir yang biasa dilakukan para petani bermodal cekak, yaitu dijantur. Daun tembakau yang sudah dicongok, dijemur dengan cara digantung untuk membuat kering helai daunnya. Selanjutnya, untuk mengeringkan bagian tangkainya, tembakau butuh dijemur lagi dengan cara digelar diatas tanah.

“Setelah dipastikan kering helai daun dan tangkainya, tembakau kemudian ditata berbentuk balok dan diikat tali raffia, lalu siap untuk dijual,” jelas Huda lagi. Menurutnya pula dengan cara pengolahan secara mandiri itu petani dapat terhindar dari kerugian.

(Visited 87 times, 1 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam