Beberapa Catatan Tentang Penemuan Asbak

Barang satu ini begitu lekat dengan perokok. Benda yang amat penting bagi perokok, setelah korek api. Penting karena pada saat orang melakukan aktifitas merokok, maka akan menyisakan abu rokok dan puntung yang harus dibuang. Dengan desain tertentu, asbak dibuat untuk dapat menahan panas dan menampung sampah abu dan puntung rokok.

Karena fungsinya tersebut, maka kehadiran asbak tentu mengikuti perkembangan dari sejarah munculnya rokok. Seiring dengan konsumsi rokok, asbak kemudian dibuat dan diproduksi, hingga menjadi barang konsumsi publik.

Sampai sejauh ini, belum ada yang mengklaim siapa sebenarnya yang menemukan asbak, yang sangat bermanfaat bagi perokok. Namun berikut adalah beberapa catatan ringkas tentang penemuan asbak, yang diambil dari berbagai sumber.

Sejak kisaran tahun 1600-an, kebiasaan dan tradiri orang mengkonsumsi tembakau atau merokok telah muncul di belahan dunia. Tak diketahui persis kapan dan siapa penemu dari asbak itu sendiri, neptunecigar.com memperkirakan bahwa asbak telah ada sebelum abad ke-19.

Asbak kemudian hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan di kalangan para perokok. Di meja-meja makan, baik di restoran maupun di rumah, hampir pasti disediakan asbak. Begitu pula dengan desain-desain asbak yang juga terus mengalami perkembangan serta fungsi. Mulai dari asbak besar untuk bersama

Catatan dari bigashtray.com menceritakan tentang Raja Henry V, Perancis, mendapatkan hadiah sebuah cerutu/tembakau dari kerajaan Spanyol, yang didatangkan langsung dari Kuba, sejak akhir 1400-an. Cerutu/tembakau tersebut mengandung abu dan puntung, dan pada saat itu pertama kali diketahui berbagai macam asbak dibuat.

Cerita menarik lain muncul dari tanah air. Alkisah seorang pengrajin kaca, berniat memberikan hadiah perkawinan kepada istrinya. Ia membuat sebuah hiasan cantik semacam mahkota atau topi dari kaca untuk digunakan di kepala istrinya. Namun si pengrajin salah memprediksi besaran lingkaran hiasan tersebut, dan tak cukup di kepala sang istri.

Sang istri marah, dan menolak hadiah tersebut dan meletakan hadiah tersebut di meja. Si pengrajin merasa kesal dan bersalah. Pada saat itu si pengrajin sedang merokok, dan karena kesal ia mematikan puntung rokoknya di hiasan tersebut, sehingga tanpa sengaja ia telah menemukan benda yang berguna untuk abu dan puntung rokok. Benda tersebut kemudian diberi nama asbak, diambil dari akronim nama asli si pengrajin, Ahmad Subakti.

Untuk cerita yang terakhir, jangan terlalu dianggap serius, karena itu hanya banyolan yang diambil dari sayadanotaksaya.blogspot.co.id.