Pamor Zippo dan Tuntutan di Medan Perang

zippo korek

Ibarat Ken Dedes dan Ken Arok, rokok dan korek agaknya menjadi hal yang tak dapat dipisahkan. Meski berpasangan, pamor korek yang satu ini justru lebih unggul dari sang rokok. Ya, Korek Zippo. Perbandingannya, bak pamor Demi Moore, aktris Bollywod dibandingkan dengan pamor Ken Dedes, permaisuri dari kerajaan Singasari.

Zippo lebih bergengsi ketimbang sang rokok, meski rokok kretek punya cita rasa Nusantara. Saking terkenalnya, dalam percakapan di antara perokok, tidak jarang mereka menyebutkan korek api lainnya dengan istilah Zippo. Padahal, belum tentu merek yang dimaksud adalah Zippo. Inilah keunikan dari Zippo dengan slogannya sejak dulu, Windproof Lighter.

Belum lagi, jika ada beberapa merek besar produk lainnya yang menjadikan Zippo sebagai salah satu pelengkap aksesorisnya. Misalnya pada Harley Davidson dan Marlboro. Adanya kerja sama, maka mereka bebas meletakkan logo perusahaan masing-masing di bagian permukaan yang terlihat jelas dengan mata.

Bahkan, tuntutan market tersebut mendorong orang-orang untuk membuka toko dengan menjual barang yang satu ini. Para kolektor-kolektor Zippo pun bermunculan di seluruh dunia. Hal ini diakibatkan adanya ketertarikan pada setiap seri yang keluar.

Barangkali memang sudah direncanakan George G. Blaisdell sebagai si pembuat, memiliki desain yang begitu berkarakter. Semua desain bermunculan sejak 1932 tanpa mengubah bentuk dasar Zippo. Korek api terdiri dari dua bagian dengan engsel yang saat dibuka akan berdenting keras.

Seperti halnya brand high class, di era milenium baru, ada suatu langkah agresif yang diambil Zippo. Banyaknya pemalsuan sana-sini, memaksa Zippo menggunakan suatu bahan bubuk yang dapat berguna sebagai indikator barang asli dan palsu. Sebagaimana tertera pada bagian bawah yang bertuliskan kode-kode edisi tersebut.

Kode yang tertera menunjukkan tanggal, logo Zippo, dan tempat pembuatan yaitu USA. Tapi, justru ini tertulis agak samar-samar. Desainer Zippo, Mr. Blaisdell, memberikan kode tertentu pula berupa titik atau garis miring. Tujuannya, ketika Zippo tersebut perlu direparasi saat ada kerusakan. Karena setiap edisi pada Zippo pasti memiliki tanda bulan bahkan tahun dibuatnya.

Zippo di Medan Perang

Bukan hanya memiliki bentuk yang berciri khas, korek yang sudah ada sejak tahun ‘30-an ini berperan sangat penting dalam rekam jejak sejarah dunia.

Seorang wartawan legendaris Ernie Pyle menuliskan bahwa, korek api Zippo menjadi suatu tuntutan di medan perang dan itu merupakan hal yang paling dirindukan oleh kalangan tentara.

Bahkan, Zippo begitu berarti pada Perang Dunia II yang pada tahun itu mengandung emas 14 karat diganti dengan bahan baja. Pendistribusian barang ritel yang satu ini pun ditujukan pada toko-toko di kalangan militer. Tak ayal, fungsi dari korek api gas yang satu ini begitu populer di kalangan militer ketika Perang Dunia II berlangsung.

(Visited 133 times, 1 visits today)