Mengenal Bahan Kemasan pada Rokok

Kemasan Rokok

Pada sebungkus kretek yang unsur utama pada tiap batangnya adalah tembakau dan cengkeh, terdapat pula unsur pendukung lainnya yang patut kita ketahui. Fungsinya agar rokok terbungkus baik. Nah, kita akan banyak mengulas seputar kemasan yang membuat kenapa kretek bisa tahan lama disimpan, dan tetap terjaga kualitas rasa maupun aromanya.

Produk kretek yang umumnya dibungkus menggunakan kertas, bukan berarti mengesampingkan kretek yang dibungkus daun jagung (klobot) atau daun kawung. Lantaran bungkus kertas pada kretek filter dan kretek mild banyak digunakan industri rokok dan para penikmatnya, tulisan ini akan lebih menyoroti kertas apa saja yang digunakan pada rokok, serta kertas pendukung pengepakannya.

Kertas Ambri

Kertas rokok ini merupakan pembungkus tembakau dan cengkeh yang biasa digunakan untuk Bahan Siap Pakai (BSP). Kertas ini terbuat dari selulosa dan biasanya menggunakan zat tambahan agar warna putihnya tetap terjaga. Agar membentuk abu yang baik dan menjaga pembakaran yang baik. Selulosa ini berasal dari serat tanaman yang sebelum menjadi lembaran diolah menjadi pulp terlebih dulu.

Adapun unsur pelekat pada kertas tersebut dinamakan pelekat sideseam. Pelekat kertas tersebut merupakan pelekat kertas rokok yang digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Kertas ambri banyak dipergunakan untuk berbagai jenis rokok, kecuali kretek klobot dan cerutu. Ukuran kertas ambri untuk kretek biasanya disesuaikan dengan ukuran batang rokok. Akan tetapi hanya selisih beberapa milimeter antar pabrikan kretek.

Sejumlah pabrik ternama telah memberi logo atau nama perusahaan pada bagian kertas dengan proses emboss. Seiring pesatnya perkembangan teknologi percetakan, beberapa pabrik skala menengah dan kecil menghiasi kertas ambri tersebut dengan tinta food great, secara tampilan terlihat lebih kece dan mirip di-emboss.

PT Surya Zig Zag, yang berada di Kediri, dikenal sebagai salah satu produsen kertas rokok yang menyuplai kebutuhan industri rokok. Perusahaan ini mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya, dikenal juga menghasilkan lebar kertas yang fleksibel dan berat baku dari 18 sampai dengan 40 gr/m2, ragam permintaaan kertas itu mulai dari bobbin atau sheet sampai dengan rol jumbo. 

Selain kertas ambri, terdapat juga jenis kertas yang disebut kertas Tipping (CTP). Kertas ini biasanya digunakan sebagai kertas pembungkus filter untuk jenis kretek filter, baik filter reguler maupun mild. Kertas Tipping ini berbentuk roll panjang, kurang lebih berukuran 6.000 meter dalam satu rol. Kertas Tipping merupakan pengikat antara batang rokok dan batang filter, terbuat dari fiber selulosa.

Penemuan kertas rokok ini mampu menurunkan kadar tar dan kadar nikotin, sebetulnya kertas ini diproduksi untuk mengantisipasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81/1999 terdahulu, sebelum munculnya PP 109/2012. Sejumlah Perusahaan Rokok di tanah air dan mancanegara sudah banyak yang menggunakannya. Kertas Tipping ini adalah keluaran PT Pusaka Raya (Pura) Grup Kudus.

Pada prinsipnya kertas CTP bisa digunakan untuk produk jenis SKT (Sigaret Kretek Tangan) dan SKM (Sigaret Kretek Mesin). Untuk mengurangi kadar tar dan nikotin pada setiap bungkus rokok, pada selembar kertas CTP dilengkapi kertas perforasi. Lubang berukuran mikro inilah yang menyedot udara luar sehingga kadar tar dan nikotin turun, sehingga asap tembakau terencerkan, partikel-partikel rokok pun mudah tersaring.

Sementara untuk rokok jenis SKT, lubang mikro diberikan pada kertas rokok yang melingkar di depan identitas rokok. Udara masuk lewat lubang akan tertahan pada sisa tembakau yang tidak terbakar (puntung). Menurut hasil uji coba laboratorium, kertas TPC untuk jenis SKM ternyata mampu menurunkan kadar tar dari 28,5 mg menjadi 18,6 mg per batang. Untuk kadar nikotin turun dari 31,6 mg menjadi 19,5 mg serta kadar nikotin turun dari 1,73 mg menjadi 1,39 mg per batang. Data ini disampaikan Ir Y. Mulyono, selaku Dirut perusahaan tersebut.

Filter/Busa Rokok

Berikutnya adalah unsur Filter, busa yang dihubungkan ke batang rokok untuk menangkap sebagian partikel yang ada di asap rokok. Filter itu sendiri terbagi dari empat bagian, tow (rangkaian selulose asetat sebagai badan filter), plasticizer (zat pelunak untuk mengikat filter), plug wrap (kertas pembungkus fiber filter) dan pelekat (sebagai pelekat plug wrap). Tinta monogram, adalah jenis tinta yang digunakan untuk mencantumkan merek rokok. Di Bokormas, ada beberapa produk yang mereknya dicantumkan pada kertas tipping, ada juga beberapa yang di kertas rokoknya.

Grenjeng/Alumunium foil

Yang juga tak kalah penting selanjutnya adalah grenjeng atau alumunium foil, kertas ini selain untuk penampilan juga berfungsi melidungi aroma rokok agar tidak lekas hambar dan lembab. Namun tidak semua rokok menggunakan grenjeng, tentu karena setiap pabrikan punya alasan tersendiri.

Plastik dalam

Seperti juga fungsi grenjeng untuk menjaga aroma rokok, selain itu plasti berfungsi untuk mengamankan rokok dari lembab air maupun suhu pada ruang tertentu. Pastik ini merupakan alternatif selain pemakaian grenjeng. Salah satu produk kretek yang menggunakan plastik dalam adalah kretek Djarum 76.

Etiket

Kertas ini selain merupakan ruang identitas bagi berbagai produk, termasuk rokok. Etiket juga berfungsi untuk menerakan sekalimat peringatan pemerintah, kandungan, serta memiliki pengaruh penting pula sebagai daya pikat. Etiket terbagi dua jenis, yakni hard pack dan soft pack. Khusus untuk hard pack diperlukan semacam lidah di dalamnya sebagai penopang bungkus rokok, agar tampilannya terlihat kokoh dan padat.

Plastik OPP

Plastik ini adalah pelindung bagian luar bungkus rokok. Tidak semua merek rokok menggunakan plastik OPP, khusus jenis kretek filter seperti Djarum Super, Gudang Garam International, dan kretek mild, yang menggunakan hard pack umumnya menggunakan plastik OPP ini. Entah alasan apa, sejak dulu Dji Sam Soe 234 tidak menggunakan pelindung plastik OPP.

Doos Press

Ini adalah wadah untuk pak rokok sebelum dipasarkan, umumnya satu doos press terisi 10 atau 20 pak rokok. Fungsinya selain untuk pengepakkan bungkus rokok, juga sebagai pelindung pak rokok di pasaran. Biasanya doos press hampir mirip dengan tampilan pak rokok yang mencerminkan identitas rokok tersebut.

Kertas Bal

Ini adalah kertas bagian akhir pada proses pengemasan. Memang terdapat beberapa jenis kertas bal, namun secara umum kertas bal terbagi dua jenis, kertas yang ada plastiknya dan yang tidak ada plastiknya, keduanya berfungsi sama. Beberapa pabrikan kecil memakai kertas reject dari pabrik semen. Satu kertas bal memuat sepeuluh sampai duapuluh slove rokok.