asbak rokok

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Begitu kata orang tua ketika kita kecil. Kita diajarkan untuk membereskan kasur selepas terjaga, mencuci piring dan sendok setelah akan, dan tidak lupa membuang sampah pada tempatnya.

Sayangnya, ketika beranjak dewasa sebagian besar kita mulai lupa indahnya kebersihan. Kebiasaan membuang sampah pada sembarang tempat kerap dilakukan. Tak lagi ada disiplin sehari-hari, tak lagi peduli pada upaya menjaga kebersihan.

Kebiasaan buruk inilah yang kemudian menggiring alam sadar kita untuk membuang apa saja tanpa tahu tempat. Bungkus bekas kudapan, kaleng bekas kemasan minuman, plastik bekas belanjaan, serta puntung sisa rokok. Semua kita buang sembarangan tak peduli apapun sampah yang kita hasilkan.

Sayangnya, ketidaksukaan sebagian besar pihak pada rokok membuat mereka buta. Tidak jarang mereka menganggap bahwa kebiasaan sebagian perokok membuang puntung rokok adalah satu-satunya kebiasaan buruk yang dilakukan perokok. Bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan hanyalah kebiasaan perokok.

Padahal, seperti yang saya ceritakan di atas, kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah kebiasaan sebagian besar masyarakat kita. Bahwa puntung hanyalah satu dari sekian banyak sampah-sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Tanpa mau mendiskreditkan orang lain, hanya perokok yang dianggap sebagai pembuat onar. Sebagai tukang buang sampah sembarangan.

Sekalipun kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan adalah perbuatan yang tak patut ditiru, tak pantas dilakukan, namun kebencian sebagian masyarakat pada rokok tak sepantasnya dilampiaskan pada semua perokok.

Jika kita mau melihat secara adil, para perokok yang sadar tempat dan bertanggungjawab sudah banyak bermunculan. Tidak sedikit mereka yang memilih menyimpan puntung rokoknya di kantung terlebih dahulu sebelum membuangnya di tempat yang benar.

Bahkan tidak sedikit juga perokok yang mempersiapkan asbak portable yang praktis dan bisa dibawa ke mana saja. Hal ini amat membantu para perokok yang kerap kesulitan menemukan tempat sampah atau asbak di ruang publik. Dan yang paling penting, kesadaran dari para perokok mulai terbangun bahwa puntung sama seperti sampah lainnya. Harus dibuang pada tempatnya.

Jangan sampai kebiasaan buruk membuang sampah pada tempatnya menciptakan stigma negatif terhadap perokok. Kebencian dan segala pandangan negatif terhadap perokok harus dilawan dengan cerminan perilaku yang penuh tanggung jawab. Kita perlu menunjukkan, selain perokok semakin sadar etika, kita juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tak meninggalkan sampah di lingkungan kita.