Menjegal Curanrek sebagai Tindakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Peringatan: Curanrek/curankor dapat menyebabkan serangan emosi, jengkel, dan gangguan jiwa pada pelakunya.  

Pernah dengar istilah ‘curanrek atau curankor’? Ya, kalau Anda kretekus istilah itu sudah tidak asing. Curanrek bukanlah akronim dari Pencurian Rekening, tetapi yang dimaksud di sini adalah Pencurian Korek. Tanpa kita sadari fenomena ini telah menjadi permasalahan sosial yang sangat akut.

Penyebabnya bisa karena banyak hal, entah hilang tertinggal di suatu tempat terus diambil orang, lupa taruh di mana, tapi bisa juga hilang karena ada yang ngambil. Nah, yang ngambil inilah disebut curanrek/curankor.

Jangan salah lho, fenomena ini berpotensi menular. Ketika orang merasa dicuri koreknya sangat memungkinkan untuk mencuri korek milik orang lain. Kalaupun dia membeli lagi, paling sambil menggerutu, “Sialan, korek gue dicuri”.

Motif curanrek ini bermacam-macam, salah satunya karena niat mencuri atau karena kehilangan korek, tapi lebih sering sih enggak sengaja kebawa karena merasa korek tersebut adalah miliknya. Meski begitu, para pelaku curanrek ini pilih-pilih target. Misalnya mereka tidak mencuri korek milik orang yang tidak mereka kenal, jenis korek yang dicuri pun kebanyakan korek gas, dan korbannya ya masih teman sendiri.

Kehilangan korek api memang menyebalkan. Memang sih harganya enggak seberapa, tapi kalo mikir harus ngeluarin duit buat sebuah hal yang sebenernya bisa dipakai sampai lama, maka ini jadi sungguh menyebalkan. Nah, buat Anda yang sudah capek kehilangan korek, beberapa poin di bawah ini cukup ampuh untuk mencegah dari para pelaku curanrek saat Anda nongkrong bareng teman-teman.

Biasakan menyimpan korek di kantong

Mengantongi korek api memperkecil kemungkinan korek Anda jadi korban curanrek. Pelaku pun bisa mikir dua kali lipat untuk melakukan aksinya dengan langsung mengambil korek dari kantong Anda, kecuali pelaku ini sudah expert dalam urusan pencurian korek. Itu memang jarang ditemui, karena yang sering kita hadapi hanya pelaku curanrek kelas teri.

Jadi, sering-seringlah menyimpan korek di kantong setelah dipakai. Kalo Anda melakukan hal ini dengan disiplin, dijamin korek Anda akan aman.

Pakailah korek api kayu

Kalau Anda sering jadi korban curanrek, pakailah korek api kayu. Itu lho, korek api yang modelnya batangan. Nah, korek api model ini relatif aman dari tindak curanrek, karena sifatnya itu ‘dibagi’ bukan ‘dipinjem’. Orang bagi satu batang korek, nyalain rokok, terus langsung dibalikin ke yang punya. Pada umumnya, seorang pelaku curanrek juga lebih mikir-mikir kalo mau nyolong korek api kayu. Mungkin karena lebih ribet bawa dan pakenya. Selain itu, harga korek kayu juga cenderung lebih murah dibanding korek api gas. Jadi, si curankor juga mungkin malas untuk nyolong.

Memasang pengam pada korek

Kalo Anda memang benar-benar enggak mau koreknya hilang, cobalah pasang pengaman pada korek yang Anda pakai. Pengaman ini bisa berupa senar, tali, rantai, atau mungkin alarm yang kayak di toko-toko elektronik. Tindakan ini tergantung seberapa mahal korek Anda. Kalo Anda pakai korek gas biasa, mungkin Anda bisa pakai senar atau tali aja, semacam di warung-warung rokok gitu. Tapi kalo korek Anda limited edition atau korek langka terus harganya berlipat-lipat dari korek pada umumnya, maka tindakan ini bisa Anda lakukan.

Bawalah korek yang malesin

Ini juga bisa mencegah para curanrek. Mereka akan berpikir dua kali sebelum mengambil korek Anda. Malesin di sini bisa berarti bentuknya malesin atau secara bentuk merepotkan. Misalnya Anda bisa membawa korek yang bentuknya kayak alat kelamin pria, sehingga bisa membuat malu setiap kali dipakai. Atau Anda juga bisa bawa korek yang bentuknya besar banget, sampai-sampai enggak bisa dikantongi. Segede obor atau kompor misalnya selain susah dicuri, kalo gedenya segitu malesin si curanrek.

Beri tindakan tegas pada si curanrek

Kalau sudah 100 persen yakin bahwa korek Anda dicuri dan tahu siapa pelakunya, maka bisa langsung menegur dia dengan tegas dan minta dia balikin koreknya. Kalo dia punya harga diri, pasti koreknya dibalikin. Tapi kalo dia adalah seseorang tanpa harga diri dan malah menantang Anda berkelahi, maka siap-siaplah bertarung untuk memperjuangkan korek Anda demi tegaknya amar ma’ruf nahi munkar.

Kerjain si pelaku curankor

Setelah berkelahi ternyata si pelaku curankor masih saja suka mencuri korek, ada kemungkinan dia mengidap kelainan klepto korek. Meski enggak yakin sih hal ini ada penjelasan ilmiahnya, tapi yang jelas kalo sudah kayak gini kejadiannya, mending Anda sekalian kerjain saja si pelaku curankor. Mungkin caranya bisa buat korek Anda jadi nyetrum, sehingga setiap kali dia mau ngambil, dia bakal kesetrum. Atau mungkin Anda bisa pake korek-korek yang meledak gitu, jadi tiap kali mau dinyalain koreknya meledak ala film-film warkop gitu. Mungkin korek Anda bakal tetep ilang, tapi paling tidak Anda merasa puas ngerjain si curanrek.

Jangan membawa korek

Sesungguhnya ini adalah cara yang paling ampuh. Gimana korek Anda bisa hilang kalo enggak pernah bawa korek! Risikonya, jadi ribet kalo mau nyalain rokok. Anda harus bergantung sama orang lain setiap kali mau ngerokok. Ya ini pilihan hidup Anda aja sih, mending tidak kehilangan korek atau bergantung korek pada orang lain?

Jadilah curanrek

Kalo Anda Bosan menjadi seorang perokok baik-baik yang sering kehilangan korek, kini saatnya Anda beraksi dan menjadi seorang curanrek! Inilah saatnya Anda mengambil semua korek temen Anda dan semua korek berceceran yang Anda temui. Dengan demikian Anda akan menjadi seorang raja curanrek sesungguhnya. Konsep ini sama dengan cowok baik yang terlalu lama dimainin cewek dan akhirnya menjadi seorang cowok brengsek. Bukan begitu, curanrek?

Demikianlah beberapa langkah untuk mengatasi masalah korek api yang sering hilang. Semoga cara ini bisa membantu Anda dalam menjegal para pelaku curanrek. Apapun alasannya, curanrek adalah tindakan kriminal. Meskipun tidak tertuang dalam KUHP, mengadili curanrek adalah bentuk dari tindakan amar ma’ruf nahi munkar.

(Visited 147 times, 2 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam

Tags: ,,,