3 Hal yang Penting diperhatikan Perokok Etis

Menjadi perokok bukanlah hal yang mudah. Dalam kehidupan sosial, perokok selalu berada dalam posisi yang tak mengenakan. Walau menjadi salah satu penyandang dana terbesar negara, namun hidupnya juga harus dilimpahi ketidaksukaan masyarakat terhadap rokok. 

Kebanyakan orang tidak menyukai perokok karena kemungkinan terpapar asap darinya. Karena itu, demi mengubah paradigma masyarakat yang buruk terhadap perokok baiknya kita mulai mengubah sikap buruk yang kerap perokok lakukan. Guna menghindari hal buruk tersebut, inilah beberapa hal yang baiknya kita perhatikan sebagai perokok etis.

  1. Sadar Ruang

Ini hal utama yang harus diperhatikan perokok, menjadi seseorang yang sadar akan ruang. Selama ini konflik antara perokok dan orang yang tidak merokok terjadi karena keduanya berada dalam satu ruang yang sama. Sebenarnya bukan soal ketika mereka berada dalam satu ruang jika tidak ada yang merokok. Tapi untuk melakukan aktivitas tersebut, ada baiknya para perokok sadar di mana ruang yang tepat untuk merokok.

Kesadaran ruang ini perlu diperhatikan bukan hanya karena keberadaan peraturan Kawasan Tanpa Rokok di banyak daerah. Kesadaran ini lebih dibutuhkan guna menggugah nurani masyarakat yang selama ini berpikir buruk tentang perokok. Dengan upaya tidak mengganggu masyarakat yang tidak merokok, semoga stigma tersebut (setidaknya) berkurang dan keberadaan perokok bisa lebih diterima oleh masyarakat.

  1. Sadar Lingkungan

Sadar lingkungan ini tidak hanya persoalan kesadaran akan ruang, tapi juga kondisi sekitar. Misalkan, kita berada di ruangan terbuka. Tempat tersebut bukalah tempat yang melarang aktivitas merokok. Namun di sekitar kita ada anak kecil, lebih baik kita urungkan niat untuk merokok. Karena merokok di dekat anak kecil adalah hal yang baiknya tidak dilakukan.

Banyak orang tak senang jika melihat ada anak kecil di sekitar orang yang merokok. Meskipun, (bisa jadi) anak kecil tersebut yang tidak sadar ruang, lebih baik kita sebagai perokok yang mengalah. Tak ada ruginya kita melakukan hal tersebut agar masyarakat tidak memandang perokok sebagai orang jahat yang meracuni anak kecil dengan asap rokok.

  1. Sedia Asbak Portabel

Hal terakhir yang baiknya kita perhatikan ketika hendak merokok di luar ruang adalah membawa asbak sendiri. Mengingat ketersediaan fasilitas asbak di ruang merokok masih agak jarang, ada baiknya kita berinisiatif untuk membawanya sendiri.

Perkara membawa asbak portabel ini cukup genting bagi perokok mengingat stigma buruk masyarakat terkait banyaknya puntung rokok yang dibuang sembarangan. Meskipun tidak semua perokok melakukan itu, tapi stigma tersebut menyasar semua perokok. Tak peduli semakin banyak perokok sadar, selama masih ada puntung berserakan selama itu pula perokok selalu salah.

Hal-hal tadi agaknya perlu kita perhatikan lebih serius. Ini bukan hanya untuk mengubah stigma masyarakat terhadap perokok, namun juga melatih diri kita agar lebih taat dalam menghargai hak orang lain. Diakui atau tidak, para perokok juga masih suka melakukan hal yang mengganggu kenyamanan orang lain. Masih melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti membuang puntung atau merokok di tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

Karena menghargai hak orang lain adalah harga mati jika kita ingin keberadaan perokok dihargai orang lain. Tanpa mau berupaya mengubah sikap dan melulu melakukan hal buruk di mata masyarakat, percayalah tak bakal stigma buruk terhadap perokok hilang atau berkurang sama sekali.

(Visited 93 times, 2 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam

Tags: ,,