Rokok Mentol Bukan Rokok Banci

Rokok mentol atau rokok yang mengandung rasa mint di dalamnya terbilang rokok yang juga banyak digemari kalangan tertentu. Yang dimaksud kalangan tertentu adalah perokok yang memiliki kecenderungan dinamis. Berada pada ruang hidup juga pola kerja yang menuntut dirinya untuk tetap merasa segar. Mentol adalah senyawa alami yang ditemukan dalam tumbuhan berkadar mint, peppermint, dan spearmint. Selain memperkaya rasa pada rokok, senyawa alami ini memberi efek yang melegakan tenggorokan, pula menenangkan.

Dulu, semasa bergaul di lingkung perempuan pekerja malam di Melawai, ada semacam tudingan yang dialamatkan kepada laki-laki penghisap rokok mentol. Pada realitasnya, tudingan itu sendiri tidak berarti membuat sesama perokok jadi saling memusuhi. Laki-laki yang menghisap rokok mentol kala itu sering dicap ‘banci’, hal tersebut merujuk pada kesan tidak gagah, istilah ini tidak mutlak pada persoalan orientasi seksual.

Citra gagah sendiri dibentuk oleh rezim bahasa. Begitu pula sebaliknya. Penguasa dan alat kekuasaannya membangun narasi serta citra lekatan agar masyarakat mudah dikendalikan seturut kepentingan di baliknya.

Parahnya lagi dulu perokok mentol digadang-gadang mandul. Kok bisa? Meminjam judul lagu ERK; Pasar Bisa Diciptakan. Begitu pula fitnah, bisa dialamatkan ke manasuka. Dulu, iya dulu, belum ada itu istilah baper, jarang perokok mentol yang lantas baperan gara-gara tudingan itu. Bahkan perokok mentol punya kelakar balik yang cukup menantang, “ayo kita tes, terbukti mandul atau tidak.”

Biasanya kalau sudah begitu penuding dan tertuding berujung sama-sama ngakak. Tidak seperti makhluk hibrid era kiwari, badan bongsor mental tepo (baca: rapuh), gampang baperan, lantas ngambek dan mengasingkan diri.

Barangkali tidak semua orang tahu manfaat mint secara alami. Daun dengan kandungan mint selain untuk kebutuhan pengobatan juga kerap digunakan sebagai bumbu masakan. Daun mint memiliki cita rasa dan aroma yang berkarakter. Kandungan mint berfungsi sebagai antioksidan yang baik. Sejumlah sumber mengatakan unsur mint ini memiliki kandungan vitamin C, A, D, dan E, terdapat pula kandungan mineral, semisal kalsium dan fosfor. 

Pada masa kini biasanya orang yang menghisap rokok mentol ingin mendapat kesegaran yang khas, beberapa memilihnya dengan asumsi untuk mengatasi flu. Gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat perkotaan di antaranya yang mempengaruhi suksesi trend rokok mentol.

Beberapa industri rokok ternama menghadirkan produk rokok mentol yang cukup laris di pasaran. Varian rasa produk semacam ini terdapat pada rokok kretek genre mild. Ada juga produk yang memberi pilihan teknis berbeda untuk dapat menikmati rasa mentolnya. Yakni dengan memencet bagian filter rokoknya.

Di abad milenia ini rokok mentol punya citra kelas tersendiri. Lazimnya varian produk kretek mild yang non mentol. Tudingan miring seperti cerita di atas sudah tidak berlaku lagi. Masyarakat perokok punya cara yang berbeda dalam menilai selera dan pilihan. Bahkan jika masih ada yang berpikiran semacam itu sudah dianggap kuno. Iya mungkin masih ada satu-dua masyarakat yang demikian. Termasuk di antaranya antirokok yang percaya bahwa rokok dapat menyebabkan impotensi dan gangguan kehamilan.

Toh ke semua premis maupun pandangan buruk itu digugurkan oleh fakta yang ada. Banyak penikmat kretek, baik yang menggemari mentol maupun yang bukan mentol tetap bisa menjadi bapak dan ibu, hadir sebagai pribadi-pribadi yang bertanggung jawab terhadap keluarga juga lingkungannya.

(Visited 288 times, 8 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam

Tags: ,,,