Buruh dan rokok
Buruh dan rokok

Percaya atau tidak, merokok adalah aktivitas yang lazim bagi sebagian buruh. Apalagi pada jam-jam istirahat, rokok seringkali dianggap sebagai alat menghibur diri. Dengan ditemani secangkir kopi. Aktivitas tersebut tampak menjadi lebih dinamis, dan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan..

Saya kira tidak berlebihan ketika kita disuruh untuk mengambil pelajaran dari para buruh yang merokok tentang arti ketenangan, mungkin satu hisapan dalam konteks fiktif adalah kehidupan belajar menyegarkan diri. Hisapan selanjutnya penuh arti.

Rokok dan buruh adalah cerita unik tersendiri, ada beberapa alasan kenapa sebagian buruh begitu dekat dengan rokok dan hidup berdampingan.  

  1. Menghilangkan Stres

Bagi beberapa buruh, merokok justru dijadikan sebagai sarana untuk melepas stres dan meluapkan emosi. Dengan merokok mereka bisa sejenak menenangkan diri dari permasalahan pekerjaan. Apalagi pada jam-jam istirahat, dengan merokok, pikiran mereka menjadi lebih tenang dan merasa lebih santai.

Hasil para ilmuwan di University of East London membuktikan bahwa nikotin dalam rokok mencapai otak Anda dalam waktu kurang dari 10 detik. Efek menghilangkan stres setelah merokok disebabkan karena adanya pelepasan dopamin di otak. Dopamin adalah zat kimia yang membuat kita senang dalam tubuh manusia yang menenangkan saraf. Artinya, bagi Anda yang melakukan banyak melakukan pekerjaan merokok sangat cocok untuk menenangkan, meningkatkan konsentrasi Anda, dan melemaskan otot-otot Anda.

  1. Merokok Sambil Ngopi

Biasanya kalo para buruh merokok, pasti ditemani kopi. Apalagi kalo merokoknya sambil ngumpul sama buruh-buruh lainnya. Belum lagi di kantin tempat mereka bekerja menjul rokok. Kalau sudah begitu biasanya menjual kopi juga. Menikmati kopi tanpa rokok itu akan terasa hambar. Baru akan sempurna nikmatnya jika merokok sambil minum kopi.

Penelitian juga membuktikan kafein dapat membantu untuk bisa berpikir lebih cepat. Mengonsumsi kopi 15 menit atau 30 menit sebelum melakukan pekerjaan mampu menambah daya konsentrasi bekerja. Anda sebagai buruh yang banyak melakukan aktivitas sangat cocok sekali. Makanya tiap kali mereka merokok, pasti ada kopi disampingnya.

  1. Rokok dianggap sebagai teman sepi

Nah, ada juga bagi sebagian di kalangan buruh, rokok dianggap sebagai teman hidupnya. Di saat lagi bete, menyendiri, atau bosan, rokok dianggap sebagai teman yang mampu membawa dampak positif. Minimal selepas merokok, rasa jenuh berkurang. Dihadapan orang seperti ini rokok seakan mampu menemani kehidupan yang sepi.

  1. Aktivitas nomor dua saat aksi

Kalau buruh sudah turun ke jalan, Anda juga bisa membayangkan berapa jumlah mereka. Sudah pasti jauh melebihi aksi mahasiswa. Meski kompak jalan beriringan, lihatlah jari-jari mereka, rokok seringkali nampak terlihat di antara jari manis dan jari tengah. Ini membuktikan bahwa merokok adalah aktivitas nomor dua kalangan buruh saat aksi. Aktivitas utamanya ya teriak menuntut beberapa hal yang menjadi tuntutannya.

  1. Merokok sebagai kebutuhan

Kalau buruh seperti ini, apapun alasanya, apapun pekerjaannya. Merokok tetap jadi kebutuhan. Persis seperti berak, apapun makanannya dan dimanapun berada aktivitas berak akan dilakukan.

Nah, itulah beberapa alasan kenapa sebagian kalangan buruh begitu dekat dengan rokok. Dan yang paling penting, jadilah perokok yang beretika.

Selamat Hari Buruh, semoga segala macam tuntutannya dikabulkan oleh para penguasa. Hidup Buruh!