Bermain dan Belajar Seputar Kretek di Museum House of Sampoerna

Semerbak kandungan kretek langsung tercium saat kali pertama menginjakkan kaki di kompleks museum. Wangi khas yang menguar ini bukan berasal dari asap rokok lho. Wangi kretek ini berasal dari koleksi daun tembakau dan cengkeh yang ada di dalam museum. Museum ini adalah salah satu situs yang lekat dengan sejarah kretek di Indonesia. Yup, jika mengunjungi Kota Pahlawan Surabaya, Museum House of Sampoerna merupakan bagian dari ikon destinasi wisata di kota ini.

Lokasinya ada di sekitaran Surabaya lama. Tak sulit menemukan akses menuju House of Sampoerna yang beralamat di Jl Taman Sampoerna 6, Surabaya. Dikarenakan letaknya yang berada di tengah Kota Surabaya. Kalaupun harus bertanya, hampir semua penduduk lokal Kota Surabaya dapat menunjukkan akses jalan menuju ke lokasi, dan jangan khawatir soal penunjuk arah menuju museum, Anda akan sangat mudah mendapatinya.

Arsitektur Bergaya Klasik Khas Eropa

Museum House of Sampoerna mulai dibuka sejak pukul 09.00 WIB. Hampir setiap harinya museum ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Maklum namanya juga ikon destinasi wisata. Kalau boleh saran datanglah sedari pagi saat museum baru mulai dibuka. Karena ketika Anda datang lebih awal, Anda tidak akan kesulitan untuk berfoto-foto di areal museum. Bagaimana tidak menarik menahan keinginan berfoto? Sebelum masuk areal museum, anda akan disuguhi bangunan museum yang berarsitektur klasik.

Dibangun pada tahun 1862, arsitekturnya terbilang eropa sentris, bergaya kolonial Belanda, dengan gedung utama memiliki  empat pilar besar berbentuk konus rokok kretek yang bertengger di depan gedung utama.

Pada awalnya bangunan ini peruntukannya adalah panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah kolonial Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna. Kini tempat tersebut dijadikan sebagai Museum House of Sampoerna dengan tetap mempertahankan gaya klasik arsitektur bangunannya.

Selain gedung utama museum, terdapat dua gedung lainnya yang tepat berada di samping kanan dan kiri gedung utama. Gedung sebelah kanan merupakan rumah tinggal Keluarga Sampoerna. Gedung di sebelah kirinya dijadikan cafe dan tempat galeri seni yang unik. Tepat di samping kanan gedung auditorium terparkir mobil mewah keluaran Inggris Rolls Royce yang dipergunakan oleh Keluarga Sampoerna.

Agenda Surabaya Heritage Track

Di halaman museum terparkir sebuah bus berwarna merah khusus untuk mengantarkan pengunjung yang ingin berkeliling Kota Surabaya. Di sini Anda akan ditawarkan agenda keliling Surabaya gratis yang dikemas dalam acara ‘Surabaya Heritage Track’. Sebelumnya Anda harus mendaftar dulu di Cafe House Of Sampoerna, yang gedungnya tepat di sebelah kiri gedung utama. Datang lebih awal juga dapat mengunci jatah seat anda kalau mau naik bus Surabaya Heritage Track. Dalam sehari bus hanya melayani sebanyak tiga kali, berangkat dari House Of Sampoerna untuk Hop On dan Hop Off (HOHO) ke beberapa tempat bersejarah di Surabaya. Durasi waktu berkeliling Surabaya sekitar 1,5 sampai 2 jam, dan trip HOHO akan berakhir kembali di museum House Of Sampoerna.

Selama perjalanan, ada pemandu yang membantu menjelaskan sejarah apa saja dari tempat atau gedung-gedung yang dilewati. Nanti disampaikan dalam dua bahasa oleh pemandu dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ini karena ada banyak juga wisatawan asing yang tertarik untuk ikut menyimak tentang sejarah kota perjuangan, Surabaya. Bagi yang mau tahu jadwal dan rutenya, silahkan simak info di bawah ini:

Mengenal Kretek Lebih Dekat

Bagi seorang kretekus memahami dunia kretek adalah suatu keharusan jika ingin menjadi kretekus yang kaffah, weileh, ada gitu kretekus kaffah. Ya kalau nggak, minimal pernah baca literatur soal kretek. Tapi bukan cuma penikmat kretek aja loh ya, yang bukan penikmat kretek atau bukan perokok sekalipun, perlu pula bagi kita (baca: manusia Indonesia) untuk mengetahui jejak tentang kretek, sebab kretek itu kan bagian dari pusaka budaya bangsa kita.

Nah, sekarang giliran mengulas apa yang ada di dalam gedung utama Museum House of Sampoerna. Seperti yang sudah dikatakan di atas tadi, ketika masuk ke dalam museum, tercium semerbak kandungan kretek. Di balik pintu masuk museum yang berbahan kayu, penjaga museum dengan ramah menyambut anda sekalian dan menawarkan untuk menjadi pemandu wisata secara cuma-cuma.

Dengan ditemani pemandu wisata Anda akan mendapat penjelasan tentang sejarah singkat museum, apa itu kretek, macam-macam produk kretek pabrik Sampoerna, proses pembuatan kretek, alat-alat pembuatan kretek, hingga silsilah Keluarga Sampoerna. Namun, meskipun tanpa bantuan sang pemandu, informasi-informasi tentang kretek dapat mudah diakses di dalamnya, baik yang dibaca secara digital maupun yang non digital

Untuk spot foto yang instagramable, Anda dapat menemukan sebuah kolam ikan melingkar diikuti gemercik air mancur, yang memberi kesan cozy dan elegan, sebelum jauh melangkahkan kaki untuk berkeliling-keliling, jangan lewatkan untuk berfoto ria di spot pertama itu. Di ruangan paling depan terpampang lukisan sang pendiri Sampoerna dan beberapa keluarganya dengan meja dan kursi tertata rapi dan beberapa koleksi gaun kebaya Keluarga Sampoerna.

Bagi yang belum pernah melihat daun tembakau kering yang digunakan untuk bahan baku kretek, anda dapat melihatnya di museum ini. Daun tembakau tersebut asli, dengan beberapa jenis tembakau lokal, seperti tembakau srintil, madura, dan virginia. Daun tembakau tersebut dipajang pada keranjang pikulan yang biasa dipergunakan oleh para petani tembakau. Lalu di samping pajangan daun tembakau, terdapat replika oven tembakau. Oven tembakau secara sederhana tujuan utamanya untuk mengoven tembakau agar kadar air yang terkandung di dalamnya berkurang.

Masuk ke ruangan berikutnya, di samping kiri pintu kita akan menjumpai replika lapak kelontong yang digunakan berjualan pada saat merintis salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia ini. Jangan lupa foto-foto di sini, anda bisa masuk ke dalam lapak kelontongnya sambil berpose ala pedagang kaki lima.

Di ruangan ini juga terpampang macam-macam tembakau dalam pigura yang digunakan untuk bahan produksi rokok. Yang pastinya bikin pengetahuan anda makin dalam lagi soal kretek, adalah ketika Anda mendapati tanaman endemik asli Indonesia, yaitu cengkeh. Kalau berbicara kretek, komponen bahan baku yang utamanya tentu tembakau dan cengkeh. Di dalam toples-toples di rak ruangan, anda akan mendapati berbagai macam jenis cengkeh, seperti cengkeh zanzibar, cengkeh katak, dan cengkeh putih. Hayo siapa yang belum tahu kalau cengkeh itu salah satu komponen kretek? Atau jangan-jangan ada yang belum pernah sama sekali lihat bentuknya? Di Museum House of Samperna sedikitnya Anda akan melihat secara langsung jenis-jenis cengkeh untuk kretek. Sayang jika sampai dilewatkan.

Tak tertinggal pula replika tungku untuk mengeringkan tembakau yang akan dijadikan rokok. Tak pelak dari tungku tersebut, semerbak aroma tembakau akan menyeruak. Disana juga terdapat beberapa koleksi korek api zaman dahulu dan koleksi kamera tua yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun juga ada. Koleksi barang jadul tersebut tentunya sulit anda dapatkan di Indonesia.

Semakin melangkah masuk kita akan menuju ruangan yang lebih besar lagi. Beberapa koleksi mulai dari mesin printing kuno yang pernah dipergunakan untuk mencetak gambar di bungkus rokok. Sepeda motor kuno pabrikan Cekoslovakia dengan merk ‘Jawa’ yang dibuat kira-kira tahun 1960 akan mengajak anda bernostalgia. Ada juga koleksi andong yang dipergunakan sang pendiri Sampoerna sebelum memiliki mobil.

Di ruangan ini dipamerkan pula beberapa koleksi peralatan Sampoerna marching band yang tercatat sejarah pernah memeriahkan Rose Parade di California, AS. Pernah juga dimainkan saat ulang tahun Sampoerna setiap tahunnya. Beberapa foto semarak Kota Surabaya tempo dulu ketika marching band ini main untuk beberapa acara di Surabaya pun terbingkai disini.

Tak hanya itu, alat-alat laboratorium yang dipergunakan pertama kali untuk menguji hasil kualitas bahan baku dan hasil produksi pabrik rokok Sampoerna dalam berbagai produk Sampoerna, baik untuk konsumen lokal maupun mancanegara.

Sudah puas berkeliling di lantai satu, lanjut ke lantai dua, kita akan menuju galeri toko yang menjual pernak-pernik souvenir khas Surabaya. Tentunya khas Museum House Of Sampoerna juga ada.

Oh iya, pernahkah anda melihat langsung proses produksi melinting rokok kretek? Kalau belum, inilah yang paling seru, anda dapat melihat aktivitas produksinya secara langsung. Di sini Anda akan melihat sekitar 400 pekerja yang mayoritas perempuan berjejer rapi di depan meja dengan berbagai alat dan bahan untuk membuat rokok. Adapun ruangan produksi yang dipakai merupakan ruangan bekas ruang teater keluarga Liem Seeng Tee yang telah ditutup pada 1961. Masing-masing dari pekerja linting ini bisa menghasilkan 300 batang rokok per jam loh, hayo kalian sanggup gak? Btw, di sini kita dilarang mengambil gambar lho, cuma di lantai dua saja kok yang gak boleh diambil. Harus dihargai ya prosedur ini kawan-kawan.

Sudah selesai berkeliling Museum House of Sampoerna, silakan duduk-duduk di taman yang disediakan di samping gedung utama museum. Kalau mau merokok silahkan Anda merokok, di taman inilah areal ruang merokok untuk Anda. Asbak besar disediakan di sini, jadi jangan buang abu rokok dan puntungnya sembarangan ya. Oke deh sampai situ dulu ya. Tunggu ulasan wisata kretek yang lainnya. Selamat menikmati kretek Anda.

 

(Visited 72 times, 1 visits today)