Mengenal Manfaat Perisa Pada Kretek

Saos-kretek

Indonesia adalah negara megadiversitas yang memiliki keanekaragaman hayati yang besar. Terdapat 77 jenis sumber karbohidrat, 75 jenis sumber lemak/minyak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 40 jenis bahan minuman, dan 110 jenis rempah-rempah dan bumbu-bumbuan.

Khazanah kekayaan hayati inilah yang diantaranya juga terdapat pada kretek. Mungkin tidak semua perokok—yang kini cenderung menggemari kretek mild—tahu bahwa ada unsur penting lain pada kretek selain tembakau dan cengkeh. Yakni unsur yang kini dikenal dengan sebutan plavor. Lazim disebut juga sebagai perisa.

Pada industri rokok, kretek khususnya, perisa kerap disebut juga sebagai ‘saos’. Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa dalam sebatang kretek, baik mild maupun non filter, tidak hanya terdiri dari satu jenis tembakau. Terdiri dari beragam jenis tembakau dari pelbagai daerah yang di-blend oleh pabrikan. Lalu diberi rempah utama yaitu cengkeh, yang tentu sesuai takaran tiap batangnya, takaran yang pas itu kemudian bersenyawa dengan tembakau, dan menimbulkan sensasi gurih saat rokok dibakar.

Namun jika kualitas cengkeh maupun takaran tidak sesuai standar pabrikan, sebut saja kebanyakan cengkehnya. Sensasi yang ditimbulkan akan terasa pedar. Atau mungkin lebih banyak tangkai cengkehnya. Rasa yang ditimbulkan akan jauh dari kata mantap. Silakan saja jika Anda berkesempatan untuk bereksperimen membuat kretek sendiri. Menggunakan rumusan sesuka hati untuk mengetahui bedanya.

Melalui eksperimen itu niscaya Anda akan berkesimpulan, betapa tak mudah menemukan rumusan/komposisi kretek yang persis seperti pabrikan ciptakan. Baik itu sensasi gurih maupun cita rasa aromatiknya. Meskipun ada beberapa penjual rokok siap linting yang menawarkan cita rasa yang menyerupai merek rokok tertentu. Tetap saja jauh berbeda rasanya.

Cengkeh yang bagus membuat napas jadi lebih longgar. Ada semacam sensasi plong di tenggorokan. Maka pada awal munculnya rokok kretek dahulu, yaitu  rokok tembakau yang dicampur cengkeh, dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.

Kembali ke plavor, alias saos pada rokok, salah satu unsur yang memberi sensasi aromatik. Saos alami umumnya berasal dari hasil ekstraksi rempah-rempah (kapulaga, cengkeh, jinten, kayu manis, pandan, dsb) juga buah-buahan. Saos pada rokok memberi efek wangi serta cita rasa tersendiri. Orang Melayu menyebutnya sebagai lemak. Dengan berbagai aroma yang kebanyakan merunut aroma buah seperti aroma nangka, salak, nanas, pisang ambon, dsb, aroma rokok menjadi lebih beragam seturut selera pasar yang terus berkembang.

Unsur saos ini pula yang memberi efek keharuman pada rokok. Terlalu banyak saos menyebabkan rokok juga terlalu tajam aromanya, kurang saos, wangi rokoknya juga berkurang. Takaran saos memang harus pas. Setiap pabrikan memiliki komposisi saos yang khas, misalnya saja pada Djarum Super, kerap terdapat sensasi rasa nangka, sedangkan Gudang Garam, cenderung wangi salak.

Semua jenis rokok saat ini mengandung saos. Tak terkecuali, rokok kretek maupun rokok non kretek (rokok putih). Makanya jika rokok dibiarkan terbuka, kena udara langsung, aromanya makin berkurang, rasa rokok pun makin hambar.

Hal ini dikarenakan aroma saosnya telah menguap. Bagi Anda yang tidak ingin wangi khas itu menguap, disarankan selesai mencabut sebatang rokok untuk ditutup lagi bungkusnya, jangan dibiarkan terbuka. Kecuali jika memang Anda ingin membuat sensasi aroma itu berkurang.

Perlu diketahui juga bahwa perisa atau saos itu sendiri berfungsi sebagai antioksidan. Apa itu antioksidan? Antioksidan merupakan zat yang dapat menghambat terjadinya proses oksidasi pada produk yang kita konsumsi. Lebih lanjut lagi, antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas. Contoh mudahnya adalah proses ketengikan pada minyak goreng terjadi karena proses oksidasi yang berlebihan akibat panas dan kontak dengan oksigen.

Fungsi lainnya juga dapat memberi perlindungan dari penyakit degeneratif. Berdasarkan hasil riset, banyak sekali senyawa flavor yang berfungsi mereduksi terjadinya beberapa penyakit degeneratif, misalnya dapat mencegah atau mengurangi pertumbuhan sel tumor atau kanker. Sejenis senyawa ionone dari daun pandan, telah terbukti dapat mengurangi berkembangnya sel kanker payudara dan jenis kanker lainnya.

Eugenol dari cengkeh telah terbukti mencegah proliferasi sel kanker. Geraniol yang terkandung dalam berbagai rempah-rempah mampu menghambat pertumbuhan DNA sel tumor dan mengurangi volume sel kanker usus. Komponen flavor alami dari jeruk purut, lada putih, dan jahe mampu mengurangi pertumbuhan sel leukemia dan sel kanker mulut. Sedikitnya ini dulu yang bisa diungkap terkait unsur plavor atau perisa yang dipakai pada produk krokok maupun produk pangan pada umumnya.