5 Musisi Indonesia yang Merokok ini Tetap Moncer Berkarya, Kalian Bagaimana?

gitagutawa_
foto: hot.detik.com

Merokok di kalangan public figur bukanlah suatu hal yang tabu. Namun kerap kali pula mendapat sorotan miring dari sebagian publik. Aktifitas merokoknya dicap sebagai bagian dari gaya hidup yang buruk. Bahkan dituding-tuding memberi dampak besar terhadap perilaku penggemar maupun pemirsanya. Hal itu terlihat dari reaksi keras warganet ketika seorang musisi tertangkap kamera sewaktu merokok.

Seolah-olah merokok adalah perbuatan menyimpang dan amoral gitu, sehingga mutlak untuk dimusuhi dan dikecam sekeras-kerasnya. Padahal, merokok adalah aktivitas legal yang dilindungi undang-undang. Artinya, apa pun profesinya dari golongan mana pun Ia (kecuali di bawah umur 18 tahun loh ya) boleh merokok. Karena merokok adalah suatu pilihan dewasa. Bukan cara untuk terkesan dewasa, catat loh itu.

Para musisi Indonesia yang merokok, meskipun lebih sering digunjingkan sisi negatifnya, mereka toh nyatanya masih terus berkarya dalam belantika musik tanah air. Performa mereka tetap terlihat prima saat konser maupun di keseharian.

Nah, berikut ini adalah daftar musisi tanah air yang merokok dan masih tetap eksis berkarya.

  1. Ariel Noah

Siapa yang tidak mengenal Ariel Noah, pemilik nama lengkap Nazriel Ilham, kelahiran Pangkalan Brandan, 16 September 1981 ini merupakan musisi papan atas di belantika musik tanah air. Bakat Ariel menjadi musisi sudah terlihat sejak ia bersekolah di SMP Negeri 14 Bandung. Berawal dari sering bernyanyi bersama teman-temannya di warung dekat sekolah, lama kelamaan Ariel dan teman-temannya nekat membentuk grup musik untuk pertama kalinya yang dinamakan Peppermint. Meski grup musik pertamanya hanya bertahan tujuh bulan, namun semangat Ariel untuk bermusik tidak kandas begitu saja.

Pada tahun 1997 terbentuk grup musik bernama Topi yang digawangi oleh Ariel, Uki, Afrian, Abel, Ari, dan Andika. Meskipun grup musik Topi ini juga kandas di tengah jalan, pada 1 September tahun 2000, eks personel Topi yaitu Ariel, Uki dan Andika sepakat untuk membentuk grup musik baru bernama Peterpan dengan tambahan personel baru Lukman, Reza, dan Indra. Lantas bersama Peterpan inilah, karir Ariel sebagai musisi berjalan mulus.

Meski diawali dengan perjuangan manggung dari kafe ke kafe, performa Ariel yang khas dan memikat mampu membawa Peterpan menuju ke dapur rekaman. Puncaknya adalah ketika Peterpan merilis album Taman Langit yang meledak di pasaran. Bukan sembarang memang Ariel menghasilkan album-albumnya, sembari menghisap rokok, pengagum Kahlil Gibran ini menelurkan lirik-lirik puitis yang mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Konon dalam sehari Ariel bisa menghabiskan satu bungkus rokok. Bahkan ketika Ariel sedang menjalani persidangan, kebiasaan merokoknya meningkat dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan untuk merelaksasi pikirannya. Meski dikenal sebagai musisi yang merokok dan kerap dibully karena kebiasaan merokoknya, tak menghentikan Ariel untuk terus berkarya. Toh, pentolan grup musik Noah ini tetap sukses melakukan konser 2 benua 5 negara dalam satu hari dari Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura sampai terakhir di Indonesia. Penghargaan pun tak lupu disabetnya, seperti Rekor MURI, Multi Platinum Award dan banyak penghargaan sebagai grup band terbaik lainnya.

  1. Bunga Citra Lestari

“Mereka pun pernah mudaaa… Saatnya kau dan aku sekarang’’

Penggalan lirik lagu ‘Pernah Muda’ di atas dipopulerkan oleh penyanyi perempuan Bunga Citra Lestari. Perempuan kelahiran Jakarta, 22 Maret 1983 ini selain juga dikenal sebagai penyanyi, ia juga seorang aktor peran televisi dan layar lebar di Indonesia.

Di belantika musik tanah air, Bunga Citra Lestari atau akrab disapa BCL telah banyak menelurkan album. Lagu Cinta Pertama (Sunny) yang merupakan soundtrack film Cinta Pertama membuat nama Bunga Citra Lestari semakin populer. Lagu ciptaan Dewiq ini membuat impian Bunga menjadi penyanyi terkenal terwujud. Apalagi setelah album solo perdananya terjual 75 ribu kopi hanya dalam waktu dua minggu.

Sudah lama para penggemar BCL mengetahui bahwa perempuan cantik ini merupakan seorang perokok. Beberapa kali paparazi menangkap aktivitas merokok BCL yang kemudian jadi perbincangan di sosial media. Tak ayal banyak pihak yang mengomentari secara negatif aktivitas merokok BCL. Namun, publik dan para penggemarnya santai menanggapi aktivitas merokok BCL, bahkan mereka mengatakan mereka yang menghujat BCL karena aktivitas merokoknya tidak jauh lebih baik dari BCL yang karyanya diakui di belantika musik tanah air.

Soal prestasi BCL sebagai musisi dan aktor, dari mulai 2006 BCL sudah menyabet SCTV Music Awards dalam kategori Album Penyanyi Solo Ngetop. Di tahun-tahun selanjutnya BCL juga menyabet penghargaan seperti Editors Choice Award, Anugerah Musik Indonesia, Indonesia Movie Award, dan masih banyak yang lainnya. Merokok tak menghalangi BCL untuk terus berkarya.

  1. Afgan Syahreza

Afgan Syahreza, pria yang lahir di Jakarta, 27 Mei 1989 adalah Musisi (Penyanyi) Indonesia berdarah Minangkabau. Pria ganteng berkacamata yang memiliki lesung pipit ini seorang perokok berat. Mengenai kebiasaan merokoknya, kepada para pemburu berita Afgan mengungkapkan “Dulu nongkrong bentar aja mesti ngerokok. Sehari tuh bisa abis sebungkus setengahlah,” ungkapnya.

Meski seorang perokok berat, Afgan merupakan penyanyi yang memiliki suara emas. Debut albumnya berjudul Confession No.1 dirilis pada bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi pop, soul, R&B, dan jazz dan mengandalkan lagu “Terima Kasih Cinta”. Berkat suaranya yang khas, karya Afgan diterima oleh pecinta musik tanah air.

Di awal karirnya sebagai musisi, Afgan diganjar penghargaan Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta pada ajang Anugerah Musik Indonesia 2009. Tak berhenti sampai disitu, sukses di album perdana, Afgan merilis album keduanya, “The One” pada tanggal 1 April 2010, album ini terisi 12 lagu, salah satunya Cinta 2 Hati yang menjadi OST Cinta 2 Hati. Setelah 7 tahun ia berkarir, eksistensinya sebagai penyanyi solo dibuktikannya dengan menggelar sebuah konser tunggal bertajuk “DARI HATI” yang dilaksanakan 14 Februari 2015 lalu di Plenary Hall Jakarta Convention Center. Afgan pun bekerjasama dengan Erwin Gutawa di konser tunggal perdananya tersebut.

Selain memiliki suara emas, Afgan juga berbakat dalam dunia seni peran. Pada tahun 2010 Afgan beradu akting dengan senior dari dunia perfilman Deddy Mizwar dalam film Cinta 2 Hati. Selain beradu akting dengan Deddy Mizwar, Afgan juga beradu akting dengan Olivia Lubis Jensen dan Tika Putri. Dalam film tersebut, Afgan turut mengisi jalur suara dalam film yang dirilis tanggal 1 April 2010 lalu. Oh iya sebagai tambahan, konon dulu Raisa pernah kepincut sama Afgan loh…

  1. Gita Gutawa

Gita Gutawa adalah seorang penyanyi sopran, aktris, dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Terlahir dari keluarga musisi, iyalah secara gitu kan ayahnya Erwin Gutawa si komponis terkenal di Indonesia, pemilik nama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini ternyata seorang perokok loh.

Penyanyi kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1993 ini beberapa kali tertangkap kamera saat sedang asyik menjepit sebatang rokok. Tentu saja aktivitas merokok Gita Gutawa menjadi perbincangan negatif beberapa pihak. Bahkan pihak manajemen agak kewalahan memberi konfirmasi terkait aktivitas merokok Gita Gutawa.

Meski demikian, Gita Gutawa santai-santai saja menanggapi hal tersebut. Gita tetap enjoy menjalani karirnya di belantika musik tanah air. Pandangan negatif yang diarahkan kepada dirinya dibalas oleh Gita dengan terus menelurkan karya-karya dan segudang prestasi yang diraihnya.

Sejak merilis debut album duet Surga Cinta pada tahun 2005, album tersebut terjual sebanyak 800.000 kopi. Sejak saat itu Gita ditawari oleh Sony Music Indonesia untuk merekam album solo. Memiliki kepribadiaan yang ramah, pendidikan yang mentereng, Dian Kuswandini dari The Jakarta Post menggambarkan Gita sebagai gadis yang “Manis seperti permen kapas dan hangat seperti ciuman”. Selain kepribadian, prestasinya tak tanggung-tanggung, Gita diganjar penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2008. Ia juga menjuarai Festival Lagu Internasional Nile Children ke-6 di Kairo.

5. Jhonny Iskandar

Dunia pesantren tidak hanya melahirkan guru ngaji ataupun akademisi saja. Alumni pesantren pun banyak yang meramaikan dunia hiburan, di antaranya adalah Jhonny Iskandar yang tenar sebagai penyanyi dangdut era 1980-1990-an.

Gayanya sangat khas, dengan rambut panjang terurai agak berombak dan kacamata tebal yang diberi rantai. Suaranya juga mudah dikenali, cengkok melayu khas penyanyi dangdut nan melengking. Ditambah pula kekhasan lagu-lagunya yang jenaka nan merakyat.

Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi dangdut kondang di era 1980-1990-an. Lagu-lagunya cukup  akrab di telinga para penikmat dangdut. Beberapa lagunya yang booming dan dikenal sampai sekarang di antaranya Bukan Pengemis Cinta, Judul-judulan, Bibir Kuda dan banyak lagi lagu lainnya yang ngehits.

Siapa sangka, sebagian masa mudanya dihabiskan di pesantren. Pria kelahiran 1960 silam itu tercatat pernah mondok di Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo pada tahun 1973-1977.

Meski hanya 4 tahun, namun bagi Jhonny pengalaman di pesantren adalah salah satu kenangan yang tak terlupakan. Pria asli pulau Masalembu Madura ini mengaku memilih nyantri di Genggong karena kebiasaan masyarakat di tempat asalnya. Rata-rata tetangga seusianya banyak yang mondok di Pesantren Zaha Genggong. Sejak nyantri itulah, bakat musih Jhonny kian terasah. Dan dikenang sepanjang masa oleh banyak penggemarnya, baik tua maupun muda. Ini kita baru bahas Om Jhonny-nya saja loh, belum Orkes PMR-nya. Tahu kan orkes Pengantar Minum Racun? Ah telat kalian.

Itu saja dulu sekelumit yang bisa saya angkat dari musisi yang juga gemar merokok. Keren semua kan, kerennya ya dilihat dari proses kreatif dan kiprah mereka, sarat dengan hal-hal postif toh. Betewe, emangnya kalian yang bergunjing soal Gita karena aktivitas merokoknya sudah mencetak prestasi apa sejak dini, juara karaoke tujuhbelasan? Iya syukurlah.