Mempelajari Tata Laku Pemupukan Pada Lahan Tembakau

Ladang-Tembakau
Ladang tembakau di lereng Gunung Sumbing

Pemberian pupuk untuk tanaman tembakau sangatlah menjadi perhatian petani selama fase awal tanam. Pemupukan berlaku tak sebatas untuk komoditas tembakau saja. Pula bagi komoditas perkebunan lainnya, ada tata laku dan dosis pupuk yang niscaya berbeda. Seturut iklim dan kondisi tanahnya.

Hal ini dilakukan agar tanaman tembakau dapat memberi hasil yang berkualitas. Tembakau berkualitas di sini artinya daun yang tingkat kematangannya cukup, menjalani tatalaku yang alamiah sehingga memenuhi standar (grade) yang diinginkan pabrik. Ada beberapa grade yang secara umum diketahui, mulai dari grade A sampai grade H. Untuk grade di atas E pada musim panen tahun ini belum bisa dipastikan dibanding panen pada 2015.

Pemupukan merupakan kegiatan pemeliharaan tanaman yang bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah melalui penyediaan hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk yang biasa digunakan untuk tembakau yaitu pupuk pupuk kimia (ZA, ZK, NPK, SP-36) serta pupuk kandang (organik).

Untuk itu, petani kerap mengusahakan pemberian pupuk dan perawatan secara optimal. Selain pula yang tak kalah penting untuk menunjang itu semua adalah proses pasca panennya. Pemberian pupuk pada tanaman tembakau lebih ditujukan untuk mencukupi unsur hara hingga tanaman bisa membuahkan pokok yang tinggi, baik jumlah ataupun kualitasnya.

Pemberian pupuk secara berimbang dan rasional serta berkelanjutan sangat dianjurkan, dengan memperhatikan pula jenis pupuk yang digunakan, dosis pupuknya, waktu pemberiannya, serta cara pemberian pupuknya. Untuk itu pemupukan termasuk salah satu unsur Panca Usaha Pertanian yang berperan dalam usaha peningkatan produksi. Dalam hal ini pemberian pupuk pada tanaman tembakau sangat spesifik, dan cukup banyak jenis pupuk yang digunakan.

Dalam budidaya tanaman tembakau terdapat 2 jenis pemupukan yang dilakukan, yaitu saat pembibitan dan saat pemeliharaan. Dalam budidaya komoditas ini dibutuhkan pupuk organik (pupuk kandang) dengan kadar unsur hara sekira 17-22,5 ton/hara.

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang dapat menyuplai unsur hara yang sesuai. Penggunaan pupuk organik pada media pembibitan tembakau secara fisik akan membantu penggemburan, sehingga akar tumbuhan dapat tumbuh dengan leluasa dan menjadikan dasar bagi peningkatan penyediaan bibit tembakau yang berkualitas.

Di Temanggung secara umum, saat masuk masa tanam tembakau, pemberian pupuk organik ini terbilang menyita biaya yang tidak sedikit. Untuk pemberian pupuk kandang saja para petani di Temanggung khususnya di desa Tlilir, sedikitnya harus menyediakan uang tiga juta lebih, sudah termasuk bea angkut dari truk sampai ke lahannya yang berada di lereng tinggi. Ini baru di tahap pemberian pupuk kandang. Lain halnya bagi petani yang memiliki peternakan sapi atau kambing, sekurangnya bisa memanfaatkan kotoran dari peternakan sendiri.

Selama ini, para petani Tlilir tak pernah mau memberi pupuk dari kotoran ayam pada lahannya. Selain tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman, pupuk kotoran ayam akan berpengaruh pada tingkat kematangan daun. Pemberian pupuk kandang secara merata cukup dilakukan sekali di awal tanam. Pupuk yang sering digunakan mereka kebanyakan berasal dari dari kotoran sapi dan kambing.

Untuk pupuk non organik para petani di Tlilir menggunakan pupuk berupa KNO3 dan Fertila. Pupuk jenis ini dipercaya cukup bagus untuk menunjang pertumbuhan tanaman tembakau. Serta cukup membantu meningkatkan kualitas daun tembakaunya. Apalagi dengan kondisi tanah lereng Sumbing yang kering dan berbatu, jenis tembakau Kemloko bisa tumbuh baik sekaligus menjadi varietas yang diminati kalangan pabrikan. Untuk grade-nya tak semua petani dapat mencapai grade E maupun E plus.

Secara umum diketahui pula, bahwa pupuk yang digunakan pada tahap pembibitan berbeda dengan pupuk dasar (pupuk pendahuluan) atau pupuk pada lobang tanam. Untuk itu para petani tembakau di awal musim tanam tercurah waktu dan perhatiannya pula pada proses pemupukan.

Di berbagai tempat, tanaman tembakau untuk tumbuh dengan baik sangat diperlukan kondisi tanah dan iklim yang sesuai. Tanah sebagai media tumbuh dan tempat tegaknya tanaman bila terus-menerus dipergunakan akan terjadi keletihan tanah serta akan mengurangi zat makanan untuk tanaman. Unsur hara atau zat hara merupakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh tanaman tembakau dalam jumlah yang sesuai.

Kelebihan unsur hara akan menyebabkan tanaman keracunan, sebaliknya bila tanaman kekurangan unsur hara, akan menghambat proses fisiologi tanaman. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu, tanaman menjadi kerdil, layu, lemah dan mudah terserang penyakit, akhirnya akan berakibat menurunkan produksi dan mutu daun tanaman tembakau yang dihasilkan.

Pemupukan pada pembibitan tanaman tembakau dilakukan 7 hari sebelum tanam dengan menggunakan pupuk kompos. Pemupukan sebanyak dua kali selama musim tanam yaitu saat tembakau berumur 7 hari setelah tanam dan pemupukan kedua dilakukan saat tanaman tembakau berumur 30 hari setelah tanam. Panjang, lebar dan kadar nikotin daun dipengaruhi oleh dosis N (nitrogen) berbasis Nitrat (NO3). Peningkatan warna daun, tekstur, daya bakar sifat higroskopis daun tembakau dipengaruhi dosis Kalium. Yang karena itu tepatlah kiranya, jenis pupuk KNO3 digunakan petani Tlilir, selain pula faktor tata laku pasca panen yang dilakoni demi mendapatkan kualitas tembakau Kemloko yang diinginkan.

(Visited 39 times, 12 visits today)