Rokok Sebagian dari Modal untuk Lentur dan Kritis di Pergaulan Mahasiswa

rokok_bukukopi

Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir, saya mau mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada adik-adik yang sudah diterima menjadi mahasiswa. Berbanggalah, Dik, dari sekian banyak orang yang sebaya dengan kalian, tak semua mendapat kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan seperti kalian.

Adik-adik, apa kalian tahu, merokok adalah aktivitas legal yang lazim dilakukan oleh sebagian mahasiswa. Apalagi pada jam-jam seusai perkuliahan, rokok seringkali dianggap sebagai alat untuk mengisi waktu luang. Coba saja kalian perhatikan, dengan mudah dapat kalian temui mahasiswa yang berkumpul ria sambil menghisap satu-dua batang rokok. Merokok selain merupakan pilihan dewasa, tentunya dapat menghadirkan suasana guyub dan kenikmatan tersendiri. Sebagai sebuah pilihan dewasa, kita tentu juga sadar akan etika yang harus dijaga.

Rokok selain sebagai penawar kepenatan sekaligus pula menjadi medium bersosialisasi di pergaulan mahasiswa, rokok memang tak bisa dipisahkan dari dunia pergaulan. Ada beberapa alasan mengapa rokok begitu penting dalam kehidupan mahasiswa.

  1. Benda yang wajib ada saat nongkrong

Nongkrong memang sudah menjadi aktivitas rutin bagi setiap mahasiswa. Di saat lagi nggak ada kuliah, selesai kuliah hingga malam hari aktivitas ini selalu dijalani tiap harinya. Percaya atau tidak, sebagian besar mahasiswa selalu membawa beberapa batang rokok di dalam sakunya. Tak jarang, sebagian lain mahasiswa berpendapat lewat rokok lah mereka menjadi penunjang percakapan dengan pacar rekan-rekan sesama mahasiswa.

Bayangkan saja, jika kalian sedang nongkrong bersama teman-teman kuliah. Di sela-sela pembicaraan, pasti ada salah satu-dua orang yang tengah menghisap rokok. Dan di antara teman-teman tongkrongan itu, pasti ada beberapa orang yang sudah berstatus senior di kampus. Nah, adik-adik tahukah kalian, dengan merokok kalian bisa mencairkan kekakuan suasana senioritas-junioritas dalam tongkrongan.

Gak percaya? Cobalah taruh bungkus rokokmu dan mulailah membuka perbincangan dengan senior. Di sela-sela perbincangan, tawari mereka untuk menghisap beberapa batang rokok kalian, lalu lanjutkan pembicaraan. Jika rokok kalian sudah diambil, kekakuan itu secara alamiah akan luruh dengan sendirinya. Iya, anggaplah itu sebagai cara kalian untuk ber-pedekate dengan senior. Anggap saja satu tahap pendekatan sudah berhasil dilewati.

  1. Teman setia ketika membaca buku

Perlu keadaan yang tenang untuk membaca buku. Hasil penelitian dari para ilmuwan di University of London membuktikan, bahwa nikotin dalam rokok dapat meluruhkan stress bagi orang-orang yang menghisapnya, ha itu terjadi lantaran adanya pelepasan dopamin di otak. Dopamin merupakan zat kimia yang membuat tubuh manusia dapat menenangkan saraf. Pikiran pun dapat lebih rileks dan fokus karena saraf kita tak terusik oleh masalah-masalah lainnya.

Apa kaitannya dengan membaca buku?

Agar ilmu yang terdapat dalam buku itu berhasil kita serap dengan lancar, tentunya diperlukan kondisi yang tenang. Hisaplah rokok satu dua batang sembari membaca buku. Setelah itu pikiran terkonsentrasi, adik-adik sekalian dapat lebih fokus dalam membaca buku dan semoga saja buku yang dibaca dapat segera diselesaikan.

  1. Rokok punya peranan penting dalam berorganisasi

Tentu adik-adik sekalian sudah tahu bahwa dunia kampus sangat erat dengan organisasi. Banyak nama-nama tokoh intelektual di Indonesia sebagian besar merupakan mantan mahasiswa yang berjaya di kampusnya masing-masing. Dan tentunya, mereka merupakan figur organisatoris yang dapat diandalkan.

Adik-adik apa kalian tahu, rokok selalu dianggap sebagai pemicu mahasiswa dalam berpikir kritis. Jika kalian mendatangi sebuah forum diskusi atau rapat yang dilakukan oleh mahasiswa, pasti di sekitarnya terdapat beberapa bungkus rokok. Biasanya di sela-sela rapat atau diskusi, mahasiswa seringkali menghisap satu batang rokok untuk mencairkan kebuntuan berpikir.

***

Itulah beberapa alasan yang menjelaskan rokok dan mahasiswa tak bisa dipisahkan satu sama lain. Adik-adik junior bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk pedekate dengan teman-teman mahasiswa senior lainnya, atau pula dengan gebetan.

Terakhir, selamat menjadi mahasiswa baru teman-teman. Berpikirlah kritis sebagaimana kehidupan para mahasiswa terdahulu yang telah memberi teladan dan jejak perjuangan yang membanggakan, karena yang perlu diingat juga, mahasiswa adalah seorang agent of change. Hidup Mahasiswa!