Saya Tidak Merokok, dan Tidak Punya Masalah Berada di Lingkungan Perokok

rusunawa

Merokok membunuhmu. Matikan rokok sebelum rokok mematikanmu. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Asap rokokmu membunuh orang di sekitarmu.

Kalimat-kalimat di atas adalah kutipan yang tak asing bagi kita. Bahkan kutipan itu dapat kita temukan di hampir seluruh sudut mata memandang, entah di warung, papan reklame besar, atau malah di bungkus rokok itu sendiri. Kalimat-kalimat, yang secara langsung mendiskreditkan keberadaan rokok dan perokok.

Saya sendiri adalah orang yang tumbuh di lingkungan para perokok. Baik teman, keluarga, hingga lingkungan kerja. Secara pribadi saya takut dengan hal itu. Mengingat kutipan menyeramkan itu terus-menerus menerpa kepala saya. Apalagi saya adalah seorang perempuan yang seakan-akan dianggap rentan dengan segala dampak buruk rokok berdasar kalimat tadi.

Jika melihat beberapa tahun ke belakang, saya pun berada di lingkungan kerja yang mayoritas orang di dalamnya adalah perokok. Berada di antara para perokok sedikit membuat pertanyaan tersendiri bagi saya. “Bagaimana nasib saya? Apa saya harus selalu terpapar asap rokok?

Begitulah pikiran saya ketika awal bekerja bersama mereka. Namun seiring berjalannya waktu,  ketakutan dan keraguan saya menjadi hilang adanya. Semakin saya mengenal mereka, semakin saya tahu kalau mereka bisa menghargai hak saya sebagai orang yang tidak merokok.

Kebanyakan mereka para perokok bakal menjauh ketika tahu ada seorang wanita, tentu yang tidak merokok di dekat mereka saat hendak merokok. Malah ketika mereka sedang menyalakan rokok dan menghembuskan asapnya, mereka bakal segera pergi ketika saya ada di dekat mereka. Dan hal ini, secara tidak langsung, membuat saya merasa nyaman berada di dekat mereka.

Menurut saya, berada di sekitar para perokok bukanlah sebuah kondisi yang menakutkan. Selama mereka bisa menempatkan diri dan sadar lingkungan, saya rasa tidak masalah bergaul baik dengan mereka. Yang penting mereka tidak merokok dekat wanita, orang yang tidak merokok, dan anak kecil.

Dengan melakukan itu, mereka bukan saja menghormati orang yang tidak merokok atau tidak suka dengan paparan asap rokok. Lebih dari itu, mereka telah menjadi perokok etis yang membuat pandangan negatif pada perokok makin berkurang. Hal tersebut penting agar keharmonisan antara perokok dan yang bukan perokok tetap terjaga dan tidak berhenti hanya karena sebatang rokok.

Rokok dan asapnya bagai perpanjangan tangan, tidak membahayakan sekitar jika berada ditangan yang bijak menggunakan. Bisa dianggap mengganggu jika dikonsumsi tanpa mau peduli lingkungan dan kondisi.

(Visited 1 times, 1 visits today)