3 Tempat Asyik Buat Merokok Walau Duitmu Cekak

Bagi perokok, mendapat kesempatan untuk merdeka merayakan aktivitas legalnya selalu menjadi dambaan. Pasalnya banyak fasilitas publik yang disebut-sebut sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sama sekali tidak berpihak pada perokok. Karena memang kelompok antirokok ini layak disebut golongan bebal.

Sebenarnya persoalan ini sudah jelas-jelas diisyaratkan melalui amanat konstitusi Putusan MK nomor 57/PUU-IX/2011 tentang kewajiban menyediakan Ruang Khusus Merokok di Kawasan Tanpa Rokok, tapi dalam pelaksanaannya jalan tengah itu sama sekali tak digubris. Di situ lah letak bebalnya.

Sudah bukan rahasia lagi memang, kalau rezim kesehatan di negeri ini banyak memanfaatkan dana dari Cukai Hasil Tembakau untuk kampanye kesehatan, kampanye yang menakut-nakuti perokok agar berhenti merokok. Padahal kalau diwujudkan ke pengadaan ruang bagi perokok, itu jauh lebih fair dan bermartabat, bro.

Hamdalahnya—inilah ciri kita Indonesia, biar dikata bonyok tetap ada istilah: untungnya syukurnya—masih ada kafe-kafe maupun tempat kongkow lainnya yang juga menyediakan area khusus untuk perokok. Iya sih, tidak semua orang berkesempatan sama dapat mengakses kafe-kafe tertentu, yang harga segelas kopinya rata-rata di atas 15 ribu. Tapi setidaknya, bagi perokok yang berada di garis PKC (Partai Kantong Cekak), termasuk saya, ada tiga tempat yang sehari-hari yang dapat diandalkan untuk kita merdeka loh jinawi dalam merokok. Tempat apa saja itu?

Yang pertama, adalah Warteg.

Salah satu produk peradaban Indonesia yang saya kira layak didaftarkan sebagai bagian dari keajaiban dunia, selain kretek tentunya. Iya Warteg. Sebelum kita mengenal smart phone berbasis layar sentuh. Warteg sudah lebih dulu memulainya, cukup dengan menunjuk kaca etalase makanan, apa yang kita inginkan segera tersuguh, dapat bonus senyum mbaknya yang mooi pula.

Mau tambah minum bergayung-gayung pun no problemo. Dan yang paling penting ini, di Warteg tidak ada yang namanya pembagian ruang merokok, di situ perokok bisa mendapatkan berbagai sensasi makan yang Indonesia banget; murah dan mengenyangkan, dapat bonus mandi keringat pula. Hal yang jarang kita dapat saat makan di ruang ber-AC bukan?

Ditambah kalau mau merasakan sensasi agak ugal-ugalan, kita dapat merokok sambil menaikkan satu kaki ke atas bangku. Kadang masih dapat bonus menonton tipi layar jadul dengan kepala sedikit mendongak. Memang sih kebanyakan Warteg tidak ada mesin exhaust. Tapi jangan salah, kipas angin yang tersedia saya kira cukup sudah.

Namun jika dirasa ada pihak lain yang merasa terganggu oleh asap rokok kita, baiknya kita ambil posisi keluar dulu barang dua-tiga jenak, sambil bilang “mbak, saya cuci mulut mata dulu ya di luar”. Sikap etik ini jika dilakoni dengan tulus, dijamin wajah Indonesia loh jinawi terlukis di senyum mbaknya

Yang kedua, adalah Pos Ronda.

Pos Ronda atau yang dikenal juga Pos Kamling, adalah salah satu ruang temu warga dalam bertukar kabar dan kelakar, banyak hal yang bisa didapat dari ruang ugahari itu. Dari mulai main catur sampai ngelantur isu-isu beragam. Perokok pun dapat merayakan kemerdekaannya di sini, tanpa harus kuatir diusik Satgas Antirokok. Bagi rakyat PKC, Pos Ronda adalah ruang yang tepat untuk melatih jiwa sosial, terutama ketika ada warga yang butuh volunteer untuk belanja rokok dan amunisi kongkow lainnya.

Yang ketiga, adalah Warkop

Warkop adalah satu tempat paling asyik buat ngebul-ngebul bareng. Cukup pesen kopi item atau Indomie rebus, kita bisa menikmati waktu santai-santai sembari udud sebatang-dua di sana. Yang membedakan warkop dengan kedai kopi, tentu saja, adalah persoalan harga. Anda tak perlu memesan segelas kopi dengan harga 35 rebu buat alasan nongkrong ngebul. Cukup keluar 3 rebu, urusan selesai.

Apalagi di tempat ini ada satu fasilitas mewah yang agaknya jarang disediakan tempat lain, yak TV. Kalau udah malam, bosan di rumah, mau nonton bola sendirian kok ya malas, segeralah bergegas ke warkop terdekat. Insyaallah, ada banyak rekan sependeritaan yang datang ke tempat itu guna menghabiskan pertandingan bersama-sama. Sambil ngebul-ngebul, tentu saja.

(Visited 1 times, 1 visits today)