Memperingati Hari Petani Tembakau dengan Pameran Kartun

mbako-

Hari Petani Tembakau Sedunia atau yang akrab disapa World Tobacco Growers Day harus dimaknai secara hakiki bagi seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa petani tembakau masih dan patut dilindungi sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan, tembakau merupakan salah satu komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Keberadaan tanaman tembakau pun, kerap menjadi mata pencaharian bagi para penduduk desa yang menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.

Sangat ironis rasanya jika tanaman tembakau yang sudah memberikan keuntungan besar terhadap negara, selalu mendapat tudingan buruk dari kelompok antirokok. Parahnya lagi, tudingan tersebut sudah kelewat batas. Petani pun kerap terkena imbasnya. Hampir di setiap waktu para petani tembakau dituding karena telah menanam tanaman pembunuh.

Wacana kesehatan selalu menjadi alasan utama. Atas nama kesehatan pelbagai upaya dilakukan oleh kelompok antirokok untuk dapat mengendalikan tembakau. Hal tersebut semakin diperparah karena upaya yang dilakukan kelompok itu mendapat dukungan dari pemerintah.

Nah, salah satu contoh upaya pengendalian tembakau adalah dengan menaikkan tarif cukai rokok. Tahun 2018 saja, tarif cukai rokok bakal naik sebesar 10,04 persen. Dampak dari kenaikan tarif cukai ini tidak hanya menyerang konsumen namun berimbas juga ke para petani dan buruh rokok.

Desas-desus yang beredar pun menyatakan, kenaikan tarif cukai rokok merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menerapkan butir-butir pasal Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) diterapkan lewat regulasi pemerintah. Pengaturan tentang kenaikan tarif cukai rokok jika mengacu kepada Pasal 6 FCTC menyatakan bahwa, penerapan tarif cukai mencapai 80 persen dari harga rokok. Jika kenaikan tarif cukai rokok dilakukan secara terus menerus pastinya konsumsi tembakau pun akan berkurang.

Bayangkan saja, kenaikan tarif cukai dapat mengakibatkan harga rokok yang semakin mahal. Naiknya harga rokok pun ditenggarai dapat menurunkan penjualan rokok. Walhasil, banyaknya rokok yang tidak terjual dapat mengancam buruh maupun para petani tembakau. Data Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPS-I) mencatat, ada 3.195 pabrik rokok yang gulung tikar dalam 10 tahun terakhir.

Alih-alih untuk meningkatkan pendapatan, apa yang telah dilakukan pemerintah merupakan blunder untuk mematikan perekonomian negara. Memperingati Hari Petani Tembakau Sedunia ini kita dihadapkan pada realitas, betapa sulitnya para petani mencari nafkah atas hasil tanamnya. Sudah banyak para stakeholder-stakeholder yang menyuarakan kritik demi melindungi nasib para petani tembakau di Indonesia.

Perjuangan untuk melindungi para petani tembakau pun tak berhenti sampai di sini. Dalam memeringati Hari Petani Tembakau Sedunia, Gold Pencil Indonesia, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia dan Serikat Pekerja Lintas Media Jawa Tengah menggelar acara pameran kartun internasional bertajuk International Tobacco Cartoon Exhibition 2017.

Pertunjukkan pameran kartun ini merupakan salah satu bentuk penyampaian kritik yang terbilang efektif lantaran kritik melalui gambar lebih disukai ketimbang tulisan. Jika dibandingkan dengan lisan maupun tulisan, penyampaian kritik melalui gambar juga dapat dengan mudah dicerna oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Pameran kartun  merupakan upaya yang dilakukan mereka dalam memberikan dukungan kepada para petani tembakau di dunia. Mengingat hingga saat ini, masih banyak petani tembakau yang kerap dirugikan oleh regulasi di negaranya.

(Visited 57 times, 2 visits today)