Menulis dan Urgensi Menghisap Sebatang Rokok

merokok

Perkara menulis seringkali dianggap sebelah mata. Ada beberapa orang yang meremehkan kegiatan ini, namun acapkali lalai dalam mengerjakannya. Mereka yang meremehkan pekerjaan ini beralasan, menulis adalah hal yang lazim dilakukan manusia. Jadi dianggap itu sangatlah mudah.

Padahal, menulis tidaklah segampang yang ada di dalam benak mereka. Banyak mahasiswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas terakhir berupa skripsi—yang notabenenya dilakukan dengan cara menulis, ada content writer yang kesulitan dalam menyelesaikan tuntutan pekerjaannya, ada pula beberapa dosen yang mandek menyelesaikan jurnal ilmiah hanya karena satu perkara yakni menulis.

Seseorang perlu mencari dan menyusun kerangka informasi itu demi tulisan yang ingin dibahas. Ketika informasi itu sudah tertuang, masalah belumlah selesai. Kebanyakan penulis, baik penulis amatir maupun profesional pun seringkali tidak menyelaraskan tanda baca secara benar. Beberapa di antara mereka juga kadang luput menyelaraskan poin tulisan dengan apa yang ingin ia sampaikan. Mandek, kurang ide, maupun tidak tahu kata apa yang akan ditulis biasa dijadikan dalih bagi mereka yang kebingungan tatkala menulis.

Nah, percaya atau tidak merokok seringkali dapat memecahkan kebuntuan itu. Di bawah ini ada tiga alasan kenapa merokok dapat membantu pekerjaan kita saat menulis.

Merokok Sebagai Sumber Inspirasi

Pernah gak sih, kalian suka mentok dalam mencari inspirasi untuk menulis. Bingung untuk menentukan topik atau membuat lead dalam tulisan.

Ada banyak topik yang bisa dituangkan lewat tulisan, namun kebanyakan dari kita sudah kalap dalam menentukan topik apa yang mau kita bahas. Mau pilih ini, pilih itu. Semua pilihan tertuang dalam pikiran kita. Saking banyaknya ide yang mau ditulis, kita jadi kebingungan dalam membuat tulisan.

Bagi beberapa penulis, merokok sering dijadikan ajang untuk mencari inspirasi. Hisaplah rokokmu dan segera tenangkan pikiranmu. Selagi menghisap rokok, pikirkan baik-baik apa yang kalian ingin tulis dan fokuslah pada topik itu.

Merokok Sebagai Penghilang Stress

Tuntutan menulis beberapa artikel dalam pekerjaan tentunya cukup menguras energi. Belum lagi jika sudah deadline. Tekanan-tekanan itu dapat membuat kepalamu pecah, stress pun melanda seketika. Kalau sudah stress, imbasnya kita jadi bingung mau melakukan apa.

Jika sudah seperti itu, segeralah merokok dan hayati setiap hisapannya. Boleh juga merokok sembari ditemani dengan kopi atau teh. Hasil penelitian ilmuwan dari University of London membuktikan bahwa nikotin dalam rokok dapat menghilangkan stress bagi orang-orang yang menghisapnya lantaran adanya pelepasan dopamin di otak. Dopamin adalah zat kimia yang membuat tubuh manusia dapat menenangkan saraf. Maka merokoklah dengan tenang ketika stress, dijamin stressmu berkurang.

Rokok Sebagai Penghilang Rasa Kantuk

Mem tulisan selama berjam-jam lamanya merupakan hal yang menjemukkan. Semakin lama kita duduk berdiam diri di depan laptop, otot tubuh kita akan terasa kaku. Mata semakin lama akan memerah. Biasanya juga kepala kita akan pusing seketika.

Kalau kondisi itu sudah datang, mau memaksakan menulis pun rasanya akan berat. Menepilah dari layar laptop dan rehatkan pikiranmu sejenak. Segeralah menyeduh kopi dan hisap rokokmu. Kandungan nikotin yang terdapat dalam rokok mampu mengusir rasa kantuk. Namun perlu diingat, kalian harus menepi sejenak dari layar laptop untuk mengistirahatkan mata.

Itulah beberapa urgensi menghisap rokok bagi kalian yang disibukkan dengan kegiatan menulis. Haiya. Sebelum menghisap rokok pastikan dulu ya ruang kerjamu bebas asap rokok atau tidak.

(Visited 4 times, 4 visits today)