Tarif Cukai 2021

Petani Tembakau Tolak Kenaikan Tarif Cukai 2021

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wacana kenaikan tarif cukai 2021 dirasa bakal membebani stakeholder kretek secara keseluruhan. Hal ini kemudian membuat petani tembakau bersikap dan mengirimkan surat cinta kepada Presiden Joko Widodo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pada dasarnya, mereka menolak kenaikan tarif cukai rokok.

Bagi petani, kenaikan tarif cukai 2021 akan memberatkan industri secara keseluruhan. Apalagi kondisi hari ini, di tengah situasi pandemi dan krisis ekonomi. Karena itulah, hal-hal yang agaknya memebratkan kehidupan masyarakat sebaiknya dihindari oleh pemerinah.

Kenaikan tarif cukai sendiri bakal memberatkan petani secara langsung. Di musim panen tahun ini, semua provinsi penghasil tembakau mengalami kondisi yang memperihatinkan. Panen sudah berjalan sekitar 2 bulan, tapi serapan terhadap hasil panen petani masih rendah. Harga jual pun masih jauh dari harapan.

Hal ini tentu senada dengan apa yang Komunitas Kretek sampaikan pada tahun lalu, ketika mengingatkan agar tidak menaikan tarif cukai setinggi langit untuk tahun ini. Mengingat, kebijakan cukai ini akan mempengaruhi keseluruhan pemangku kepentingan. Bukan hanya industri dan konsumen, tetapi juga petani dan pekerja.

Baca Juga:  Memperjuangkan Demokrasi Bukan Perbuatan Kriminal

Begini, kenaikan tarif cukai akan berdampak pada menurunnya penjualan dan produksi rokok. Hal ini disebabkan berkurangnya permintaan pasar, pembelian dari konsumen tentu saja, akibat harga jual rokok yang naik drastis. Hal ini kemudian turut berdampak pada petani, terutama terkait serapan hasil panen mereka.

Serapan panen tembakau petani tentu akan berkurang lantaran pabrikan mengurangi jatah pembelian. Hal ini berlaku akibat produksi dan penjualan yang memang turun. Karena itulah, jatah untuk bahan baku pun akan turun. Dan pembelian, baik tembakau dan cengkeh juga berkurang seperti sekarang.

Sialnya, tidak hanya berkurang jumlah pembelian, tetapi harga jual yang didapat petani terhadap panennya pun ikut turun. Lantaran tidak banyaknya gudang yang buka, harga jual pun jatuh. Masih agak mendingan kalau petaninya ikut kemitraan, jadi ada kepastian pembelian dan harga masih stabil. Lah kalau petani yang tidak ikut kemitraan? Susah juga itu hidupnya.

Jadi pantas saja petani ikut menolak kenaikan tarif cukai 2021. Karena anggapan kalau tarif cukai naik harga jual tembakau naik itu Cuma omong kosong bin hoax yang diciptakan orang tak bertanggung jawab. Boro-boro naik, bisa dijual saja sudah syukur alhamdulillah petani tembakau.

Baca Juga:  Dukung RUU Pertembakauan, Tolak FCTC

Melihat hal ini, petani tembakau jelas membutuhkan perlindungan dari negara. Tak hanya petani tembakau, tetapi juga petani cengkeh, pekerja, konsumen, serta industri. Ada baiknya, untuk pembahasan tingkat lanjut, pemerintah melibatkan stakeholder kretek untuk membicarakan kebijakan ini.

Karena itulah, kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, jangan naikan tarif cukai tahun depan. Sebesar atau sekecil apa pun. Kondisi saat ini sudah sulit, industri lain diberikan kelonggaran dan kebijakan yang berpihak. Masa ya industri prioritas negara ini malah dipersulit dengan kenaikan tarif cukai? Kan ndak cocok bosku.

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara