Cukai rokok 2021

Cukai Rokok 2021 Naik Tinggi, Cara Presiden Jokowi Membunuh Kretek

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Negara ini sungguh brengsek, begitu juga dengan Presiden Jokowi. Sudah tahu dampak kenaikan tarif cukai tahun 2020 saja masih dirasakan berat oleh stakeholder kretek, eh dengan mudahnya mereka menetapkan kenaikan tarif cukai rokok 2021 jadi sebesar 12,5%. Gilanya, hampir tak ada pembedaan antara rokok putih dan kretek. Semua naik tinggi, kecuali sigaret kretek tangan yang tak naik sama sekali.

Keputusan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani ini jelas membuat marah seluruh stakeholder kretek. Belum kering air mata akibat kenaikan cukai 2020 dan kondisi pandemi, pengumuman tersebut jelas menghancurkan asa yang masih dimiliki stakeholder. Entah itu petani, buruh, pedagang, konsumen, atau pabrikan, semua harus menelan pil pahit serakahnya negara.

Omong kosong alasan menurunkan prevalensi perokok di bawah umur, kesehatan masyrakat, dan pengendalian konsumsi. Kenaikan tarif cukai rokok 2021 yang ada di angka belasan persen justru menjadi bukti rakusnya negara dalam menerima duit cukai. Atau, jika memang mau ditelisik, kebijakan ini menjadi satu langkah nyata untuk membunuh kretek di negerinya sendiri.

Baca Juga:  Dari Hoax Menjadi Wacana

Satu hal yang jelas membuat Komunitas Kretek berang adalah hampir tak ada perbedaan besaran kenaikan tarif rokok putih dan kretek dalam pengumuman kali ini. Jika memang negara mau menggenjot penerimaan, harusnya naikkan saja cukai rokok putih setinggi-tingginya. Eh ini malah menaikan tarif kretek mesin dengan tinggi, kan bangsat banget.

Kami akan mewajarkan jika memang cukai rokok putih naik di kisaran 18,4%. Namun menaikkan tarif cukai sigaret kretek mesin golongan 1 sebesar 16,9% sama saja artinya dengan membunuh industri kretek. Apalagi tarif SKM di setiap golongan naik di atas 13%. Jadi, jangan harap ada rokok kretek mesin murah tahun depan. Jangan harap.

Kalau sudah begini, kita hanya tinggal menantikan fenomena matinya perusahaan kretek mulai dari yang kecil hingga yang besar tahun depan. Dan mungkin saja pabrik seperti Gudang Garam atau Sukun bakal dilego ke asing selayaknya Sampoerna karena kebijakan negara yang sama sekali tidak berpihak pada industri dalam negeri.

Tak akan ada yang namanya istilah turun kasta bagi konsumen tahun depan. Karena, tak akan ada rokok kretek yang terjangkau tahun depan. Lah SKM Golongan 1 naik 16,9% (elah itung aja 17%), SKM golongan 2 naik 13,8%, dan SKM golongan 3 naik 15,4%. Dengan menghitung kenaikan tersebut, tak bakal ada SKM murah seperti Chief atau Aroma Bold yang bisa diandalkan tahun depan.

Baca Juga:  Menghitung Harga Rokok dan Pungutan Negara Pasca Kenaikan Cukai

Meski masih punya alternatif beralih ke Tingwe atau kretek non filter, tetap saja hal ini merugikan konsumen. Apalagi bagi konsumen rokok di perkotaan yang kebanyakan mengisap SKM Mild. Kalau mau isap rokok mild murah, ya cuma rokok ilegal pilihannya.

Bagi konsumen rokok, kenaikan tarif cukai rokok 2021 adalah musibah, sementara bagi para petani, buruh, dan industri, keputusan tahun ini adalah petaka. Konsumen mungkin masih bisa beralih ke tingwe, tapi stakeholde lain pasti bakal menangis darah melihat dampak dari kebijakan busuk dan brengsek yang dihadiahkan rezim Jokowi di kala pandemi ini.

Mustahil harga tembakau dan cengkeh bisa mendapat harga yang bagus tahun depan. Masih ada pabrikan yang mau membeli dengan kuota agak besar saja sudah bagus. Temanggung tak akan lagi dikenal sebagai sentra tembakau berkualitas dengan harga tinggi. Para petani cengkeh tinggal menunggu nasib itu pohon mau ditebang seperti zaman BPPC atau dibiarkan tumbuh liar.

Sementara pabrikan, bisa berjalan saja sudah bagus, mana mungkin berpikir mencari keuntungan di kondisi begini. Kalau pun pada mati, terutama pabrikan kecil menengah di Kudus yang sudah menggunakan mesin, ya kita sama-sama tahu bahwa yang membunuh harapan dan penghidupan rakyat adalah rezim cukai tinggi di bawah komando Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Peran Kretek Dalam Menunjang Nawa CIta dan SDG’s

Terima kasih untuk lonceng kematiannya.

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara