Search
tembakau prancak

Tembakau Prancak, Tembakau Kebanggaan Madura

Nama-nama besar daerah penghasil Tembakau di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Setelah Temanggung, ada Deli, Lombok, Paiton, dan Madura yang terkenal dengan tembakau Prancak-nya. Jenis ini menjadi  bahan baku tembakau yang sering dipakai untuk industri kretek Indonesia sampai saat ini. Khususnya yang diserap oleh salah satu perusahaan kretek ternama.

Tembakau Prancak menjadi salah satu dari dua jenis tembakau cukup penting selain tembakau Sindoro dari Temanggung. Ini karena pertimbangan kepuasan konsumen, mengingat kecenderungan selera masyarakat perokok saat ini dipengaruhi gaya hidup dan pola konsumsinya.

Tembakau Prancak (Prancak-95) merupakan varietas tembakau khas Madura, yang ternyata secara diam-diam sudah lama dikembangkan dan dibudidayakan di China. Di Negeri Tirai Bambu, tembakau yang beraroma khas untuk rokok kretek itu dikembangkan di Provinsi Yunan. Di wilayah itu tembakau ditanam di lahan di atas 700 meter permukaan air laut.

Dari beberapa sumber yang saya dapat, ada satu hal otentik yang membedakan tembakau Prancak-95 produksi China dengan Prancak-95 Madura, yang paling membuatnya berbeda adalah soal aromanya. Aroma tembakau Prancak-95 Madura tidak bisa ditiru oleh budidaya tembakau Prancak-95 dari China. Itu terjadi karena kontur atau struktur tanah Madura yang memang khas. Karena itu merupakan kelebihan dari tembakau Madura. 

Budidaya Tembakau Prancak

tembakau prancak

Varietas ini diperoleh dari hasil seleksi varietas lokal yang berasal dari Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Varietas Prancak-95 dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 1997 dengan SK nomor 731/Kpts/TP.240/7/97

Dari keterangan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Habitus tanaman ini seperti kerucut, bila telah dipangkas akan berbentuk silindris. Tinggi tanaman rata-rata berkisar antara 60 dan 80 cm, jumlah daun 14-18 lembar. Bentuk daunnya oval agak sempit, duduk daun pada batang membentuk sudut lancip. 

Varietas ini tahan terhadap penyakit lanas (Phytophthora nicotia-nae var nicotianae).

Produktivitasnya rata-rata 804 kg rajangan/ha, indeks mutu 57, kadar nikotin rata-rata 2,13%. Tembakau rajangan Prancak-95 mempunyai aroma yang harum dan gurih, sesuai untuk bahan baku rokok kretek. Varietas ini lebih sesuai untuk lahan kering, di daerah pegunungan dan tegalan. Dinas Perkebunan Kabupaten Pamekasan dan Sumenep mulai menangkarkan benih sebar Prancak-95 pada 1996 dan 1997. 

Baca Juga:  Mimikri Rokok Gudang Baru yang Ceroboh tapi Sukses

Benih sebar yang dihasilkan dibagikan kepada pedagang bibit, sehingga bibit yang dipasarkan berasal dari sumber benih yang jelas. Produktivitas Prancak-95 di tingkat petani berkisar antara 0,45-0,8 ton/ha, tergantung jenis lahan dan pengelolaan tanaman oleh petani. Catatan tahun 2018 menyebutkan penggunaan Prancak-95 diperkirakan mencapai 50-60% dari total areal tembakau madura, tersebar di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan sebagian Sampang.

Secara umum tembakau Madura sendiri dibagi menjadi tiga bagian: tembakau gunung, tembakau tegal, dan tembakau sawah. Jenis tembakau gunung adalah yang paling diburu oleh pabrik rokok, meski produktivitasnya terbilang sangat rendah dibanding tembakau sawah.

Sekadar untuk tambahan catatan, tembakau gunung di Madura hanya menghasilkan 400-500 Kg/Ha, sementara tembakau sawah bisa mencapai 1000 Kg/Ha, bahkan lebih. Tembakau sawah karakternya kurang disukai oleh pabrik rokok, karena terkadang kandungan klorit nya sangat tinggi.

Riset dalam Proses Budidaya Prancak

tembakau prancak madura indonesia

Jenis tembakau gunung dari daerah Prancak ini telah mengalami berbagai usaha pemurnian, sehingga dari usaha tersebut muncul sejumlah kategori, seperti Prancak N-1, Prancak N-2, Prancak-95. Usaha yang diprakarsai oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) serta Balai Penelitian Alih Teknologi Pertanian (BPATP) ini yang selanjutnya menganjurkan untuk menggunakan varietas Prancak- 95, Prancak N-2 atau Jepon Raja sebagai bagian dari pemenuhan industri rokok.

Perlu diketahui, bahwa jenis tembakau Prancak N-2 merupakan varietas baru hasil persilangan antara tembakau Prancak-95 dengan tembakau oriental (Izmir), tembakau oriental jenis ini dikenal sebagai tembakau aromatik, dan menjadi standar mutu tembakau oriental klasik di Turki. 

Baca Juga:  Mengenal Tembakau Prancak Madura pada Kretek

Kecenderungan aromatik inilah yang lazim disukai masyarakat kita, harumnya sangat khas, gurih, dan manis. Satu hal yang menciri terkait rokok kretek–baik SKM Full Flavour dan LTLN atau SKT– memiliki karakter Oriental Nuts. Berbeda dengan rokok putih (non cengkeh) yang memiliki karakter Burley Nuts. Pada 2021, Kabupaten Sampang tercatat menyumbang sebanyak 3.444 ton dari total produksi tembakau di Jawa Timur sebanyak 118.862 ton dan pada 2022 menurun menjadi 1.679 ton.

Pada musim tanam tembakau di tahun itu, Pemerintah juga mengembangkan varietas ini dan melakukan pendampingan kepada para petani tembakau mengenai teknik budidaya dan perawatan agar produksi tembakau di kabupaten Sampang meningkat. Luas areal tanam tembakau di Sampang pada musim tanam tahun 2021 mencapai 5.761 hektar dengan jumlah petani sebanyak 38.462 orang.

Beberapa hal yang sering disebutkan sebagai keunggulan dari tembakau Prancak adalah jenis Prancak N-2 karena memiliki sifat-sifat kombinasi dari kedua varietas tetuanya, di samping sifat baru dari varietas ini, yaitu kadar nikotinnya yang rendah; 2,00 ± 0,62 %.

Sayang, beberapa kedai tembakau yang saya datangi di Jogja bagian utara tidak menjual atau mungkin tidak paham secara detail jenis tembakau ini, sebagian menyebut bahwa ini tembakau Madura tapi tidak begitu paham soal varietas.

Alhasil, saya hanya membeli tembakau Madura beberapa gram saja, dan saya tidak berani menyebut itu sebagai tembakau Prancak untuk ditulis di sini. Yang jelas, tembakau Madura yang saya beli rasanya lumayan enak, dinikmati dengan atau tanpa cengkeh. Silahkan berbagi kisah kalau kalian sudah pernah mencoba tembakau Prancak.