Rokok
Opini

Menilik Peran Orang Tua Agar Anak Terjaga dari Paparan Asap Rokok

Setiap ada kejadian yang berkaitan dengan rokok, selalu dan selalu perokok dijadikan kambing hitam. Apapun itu. Entah seorang ibu yang diperingatkan agar berpindah dari area merokok, ataupun seorang petugas keamanan yang dipukul karena tidak adanya ruang merokok. Sekali lagi, apapun itu.

Begitu pun soal kejadian yang sempat viral tahun lalu tentang seorang bayi yang harus kehilangan nyawanya lantaran ‘diduga’ terpapar asap rokok di rumahnya. Kejadiannya bermula tatkala ada acara di rumah sang bayi, dan hadir orang-orang yang merokok di sekitarnya. Beberapa hari kemudian, si bayi sakit dan kehilangan nyawanya.

Betul, bahwa merokok di dekat bayi adalah sebuah kesalahan. Bahkan jika bukan bayi sekalipun, merokok di dekat anak kecil adalah kesalahan. Tidak perlu dibantah. Hal ini berlaku untuk semua perokok yang memaparkan asapnya pada orang lain.

Tapi betulkah seluruh kesalahan harus ditimpakan pada perokok? Karena memang ada banyak faktor yang membuat peristiwa seperti di atas terjadi. Bukan cuma soal paparan asap dari si perokok.

Terkait paparan, mungkin, si perokok tidak sadar dengan hal itu. Dan memang tidak ada niatan jahat bagi si perokok untuk mencelakai orang yang terpapar. Namun, karena kurangnya kesadaran dan edukasi buat mereka, perilaku tersebut kerap terjadi karena kebiasaan lama yang tidak mengenal dampak paparan terhadap orang lain.

Baca Juga:  Tulus Abadi dan Kebenciannya yang Abadi Pada Konsumen Rokok

Karena itulah, peran serta orang tua dan masyarakat terkait hal ini diperlukan. Seandainya ada seseorang yang merokok sembarangan, tegur dan minta dia berhenti atau setidaknya pindah. Mengingat rokok adalah barang konsumsi yang punya potensi mengganggu orang lain, sudah seharusnya orang yang terganggu juga menyatakan keberatan apabila hal seperti tadi terjadi.

Apalagi jika persoalan ini sudah menyangkut kehadiran anak-anak. Tanpa bermaksud mencari pihak yang patut disalahkan, sudah sepantasnya orang tua benar-benar menjaga mereka dari paparan asap rokok. Bukan cuma soal menjaga agar mereka tidak merokok, tapi juga menghindarkan mereka dari paparan asap rokok.

Seandainya, orang tua dan masyarakat lebih aktif dalam menjalankan perannya sebagai pelindung anak-anak, kejadian seperti di atas tidak bakal terjadi. Seburuk apapun perilaku perokoknya, jika kita dengan tegas meminta mereka tidak merokok di dekat anak-anak, mereka bakal pergi dan anak-anak akan terlindungi. Persoalannya adalah, sampai hari ini masih banyak orang tua yang diam melihat hal macam ini terjadi.

Baca Juga:  Menghargai Non-Perokok di Ruang Sempit

Keberanian untuk bersuara inilah yang kerap menjadi persoalan. Karenanya, adalah hal baik ketika ada orang yang mau menegur perilaku merokok sembarangan. Entah nantinya bakal didengar atau ada tentangan dari perokok tak bertanggungjawab, kita harus berani menegur terlebih dahulu. Jika sudah mentok, perokoknya bajingan dan keras kepala, gunakan cara yang makin keras pun tidak masalah saya kira.

Karena peran orang tua dan masyarakat adalah satu hal penting guna melindungi anak-anak dari paparan asap rokok. Tanpa peran serta mereka, juga tanpa edukasi bagi perokok, jangan harap anak-anak bisa benar-benar terbebas dari paparan asap rokok. Dan untuk itulah, peran para perokok santun dibutuhkan guna menyadarkan mereka yang merokok sembarangan.