petani tembakau
Opini

Menjajaki Lampung Sebagai Daerah Penghasil Tembakau

Tembakau menjadi salah satu tanaman favorit petani Indonesia. Banyak petani membudidayakan tembakau karena harganya yang stabil dan cukup tinggi. Memang, harga tergantung kualitas panen tembakau yang dihasilkan. Semakin bagus kualitas panen, semakin tinggi harganya. Tapi harga minimalnya pun cukup lumayan, 30 ribu/kg.

Di Indonesia, daerah seperti Temanggung, Madura dan Lombok adalah daerah yang dikenal dengan kualitas tembakau yang dihasilkan. Tak hanya di Indoesia, daerah tersebut dilirik oleh pasar global karena kualitasnya tinggi. Namun jika melihat kebutuhan tembakau di Indonesia, rasa-rasanya ketiga daerah tersebut hanya memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan tembakau.

Melihat kebutuhan tembakau di Indonesia, budidaya tembakau tersebar di banyak provinsi. Salah satu penyumbang kebutuhan tembakau adalah Provinsi Lampung. Provinsi yang berada di pulau Sumatra ini memiliki beberapa daerah yang menjadi budidaya tembakau. Tercatat ada 10 Kabupaten penghasil tembakau di Provinsi Lampung dengan luas mencapai 1000 hektare lebih menurut data Dinas Perkebunan Provinsi Lampung tahun 2014.

Harga yang relatif stabil menjadi salah satu penyebab minat budidaya tembakau di provinsi ini. Banyak warga Lampung menanam tembakau, bahkan, banyak petani kopi yang beralih untuk menanam tembakau. Ini pernah terjadi di Kabupaten Lampung Barat. Pada tahun 2011 ada 19 hektare perkebunan tembakau di Lampung Barat menjadi 73 hektare pada tahun 2012.

Baca Juga:  Asap Rokok Diperangi, Asap Pabrik dan Kendaraan Diabaikan

Di bagian timur, ada Kabupaten Lampung Timur yang mempunyai lahan perkebuanan terluas se-Provinsi Lampung. Kabupaten tersebut memiliki perkebunan tembakau kurang lebih 500 hektare dan menghasilkan lebih 700 ton/tahun pada tahun 2012. Hal ini karena adanya dukungan dari pemerintah setempat yang menyediakan sarana produksi, alat mesin pertanian, pelatihan dan fasilitas kelembagaan. Adanya 45 lebih kelompok tani menjadi salah satu faktor besarnya hasil tembakau di sana.

Lampung Tengah menjadi daerah yang paling lama membudidayan tembakau bersama Lampung Timur. Daerah ini menghasilkan tembakau sama melimpah. Hasil tembakau keringnya banyak dikirim ke luar daerah.

Di Kabupaten Tanggamus, budidaya tembakau berkembang dan diminati petani. Walaupun Kabupaten Tanggamus bukan penghasil tembakau terbesar di Provinsi Lampung, namun budidaya tembakau di kabupaten ini cukup merata. Itu terlihat dari antusiasme kelompok tani di dua kecamatan yang tertarik mengembangkan tembakau baru-baru ini, Kecamatan Ulu Belu dan Gunung Alip. Sedangkan daerah yang sudah mengembangkan budidaya tembakau ada di tujuh kecamatan.

Selain kabupaten-kabupaten di atas, masih ada lagi kabupaten di Lampung yang menghasilkan tembakau seperti, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Mesuji.

Baca Juga:  Debu Pembangunan Jalan Tol Membunuh Senyum Bahagia Petani Tembakau

Pengelolaan perkebunan tembakau di Lampung dengan cara mandiri melalui kelompok tani yang sudah terbentuk atau juga bermitra dengan perusahaan rokok. Sedangkan untuk menambah pengetahuan pengelolaan perkebunan, para petani sering mengikuti pelatihan dari pemerintah.

Mungkin dulu masyarakat luas banyak mengenal Lampung sebagai daerah penghasil kopi. Provinsi ini memang salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kopi Lampung, kopi dengan aroma dan rasa yang khas, menjadi salah satu kopi favorit di Indonesia. Tapi sekarang, kita sudah harusnya mulai berpikir ulang untuk menamakan tembakau khas Lampung, Tembakau Lampung.

Penulis di Komunitas Kretek