bandara-kediri

Gudang Garam dan Mimpi Kediri Untuk Memiliki Bandara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Gudang Garam dan Kediri adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Sama seperti Djarum dan Kudus, pabrikan kretek ini pun memiliki ikatan yang kuat dengan kota tempat mereka berkembang. Keduanya tumbuh bersama dengan segala upaya untuk saling menghidupi.

Bagi Kediri, Gudang Garam adalah hal yang amat penting. Pabrik kretek ini pernah mendanai klub sepak bola pujaan masyarakat, Persik Kediri, bahkan tanpa meminta hak untuk ditampilkan logonya sebagai penanda sponsor. Pun dengan perkembangan Kediri menjadi kota yang disokong penuh oleh perusahaan ini.

Dari sisi ekonomi, Kediri pun amat bergantung pada GG. Dengan kebesarannya, GG mempekerjakan setidaknya lebih dari 40 ribu warga. Sekitar 70 persen perekonomian kota ini pun digerakkan oleh aktivitas perusahaan yang kantor pusatnya di tepi Sungai Brantas  tersebut.

Berdasar data dari Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kediri di tahun 2016, Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri pada 2011 tanpa Gudang Garam hanya Rp7,2 triliun; lalu Rp7,6 triliun pada 2012. Sementara dengan hitungan yang mengaitkan GG, PDRB-nya mencapai Rp23,7 triliun di 2011 dan Rp25,5 triliun pada tahun 2012.

Baca Juga:  Yang Adiktif adalah Media Sosial, Bukan Rokok

Karenanya, ketika wacana pembangunan bandara di Kediri muncul, tidak perlu heran jika kemudian nama perusahaan milik Susilo Wonowidjojo itu hadir secara bersamaan. Bahkan, wacana ini pertama kali muncul karena Gudang Garam lah yang mengajukan izin pembangunan bandara pada pemerintah.

Untuk pembangunan bandara sendiri, Gudang Garam setidaknya membutuhkan lahan seluas 500 ha. Dengan kepemilikan perusahaan atas lahan yang kini mencapai 400 ha, artinya, GG cukup menambah 100 ha. Itu pun, tentu saja, belum termasuk biaya yang katanya mencapai angka Rp 5 triliun.

Saat ini, memang masih sangat dini sekali membicarakan perihal pembangunan bandar tersebut. Karena wacana soal bandara ini baru ada di tahap studi kelayakan yang nantinya, dari hasil tersebut, baru bisa dilihat arah pembangunannya. Karenanya, masih sangat panjang jalan untuk mewujudkan keberadaan bandara di Kediri.

Walau masih panjang, tapi harapan dan mimpi untuk memiliki bandara di Kediri ini menjadi penting bagi Kediri. Meski bukan kota metropolitan, Kediri selalu menjadi daerah yang menggeliat dalam urusan pembangunan. Daerah ini juga menjadi salah satu destinasi wisata, apalagi dengan keberadaan Kampung Inggris Pare yang selalu didatangi banyak orang dari luar Kediri.

Baca Juga:  Rokok dari Ibu Menteri

Tentu dengan dengan kehadiran bandara, perekonomian dan pembangunan di Kediri akan semakin berkembang. Orang-orang tidak lagi perlu ke Surabaya atau Malang untuk bepergian ke luar kota dengan pesawat. Selama ini memang Kediri memiliki persoalan terkait akses untuk bepergian via bandara.

Karena itu, meski masih berwujud wacana, persoalan bandara di Kediri ini patut disambung dengan baik. Apalagi, walau dibangun oleh swasta, pengelolaan bandara akan diserahkan sepenuhnya pada pemerintah dengan skema hibah. Setidaknya, kini warga Kediri bisa berharap bahwa kota mereka bakal memiliki bandara dan membuat hidup dan perekonomian menjadi lebih baik.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit