buruh terancam cukai

Benarkah Industri Kretek Telah Berpihak Pada Buruh?

  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

Industri kretek adalah salah satu industri nasional yang diprioritaskan karena berbagai keunggulannya. Industri ini sama-sama kita tahu memberikan pemasukan yang besar kepada negara. Tak hanya itu, industri ini juga turut menghidupi puluhan juta masyarakat Indonesia, entah itu petani, pedagang, buruh, juga yang lainnya.

Penghidupan yang diberikan oleh kretek ini seiring dengan bertumbuhnya produk tersebut bersama masyarakat. Kretek selalu ada dalam urat nadi masyarakat. Ia ada dalam urusan budaya, urusan ekonomi, juga urusan sosial. Kretek memberi solusi kala kita membutuhkan teman, memberi warna dalam kebudayaan, dan menyediakan penghidupan bagi kita semua.

Memang, ada sedikit persoalan terkait penghidupan bagi orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada kretek. Kehidupan mereka bakal terdampak dari kebijakan semena-mena penguasa. Kadang, juga terdampak dari perilaku yang tidak benar dari pemangku kepentingan lainnya.

Masih hangat dalam ingatan tatkala hampir 5000 buruh dipecat sepihak oleh Perusahaan Sampoerna lantaran penutupan pabrik yang mereka lakukan pada tahun 2014. Penurunan penjualan Sigaret Kretek Tangan menjadi dalih dari pemecatan ini. Memang, pada saat itu penurunan konsumsi kretek tangan menjadi tren yang tidak tertangani hingga hari ini.

Baca Juga:  FCTC adalah Penjajahan Gaya Baru

Turunnya tren konsumsi tersebut adalah hal pekerjaan rumah yang harus segera ditangani oleh pabrikan. Apalagi kebanyakan pekerja di sektor industri adalah para buruh yang melinting sigaret kretek tangan. Jangan sampai, perusahaan memilih memaksimalkan mesin ketimbang mengurusi nasib para pekerjanya.

Ini satu hal yang harus segera dienyahkan dalam industri kretek. Sebagai salah satu industri yang mengandalkan kedaulatan, perusahaan yang terlibat di dalamnya harus lebih memperhatikan nasib buruhnya. Bukan cuma dalam urusan upah, yang sebenarnya juga bergantung pada kebijakan UMK setiap daerah, tetapi juga pada kebijakan yang mengancam penghidupan mereka.

Bahwa tren konsumsi dan pasar turut memengaruhi kebijakan perusahaan tidaklah salah. Tetapi, sebagai industri andalan bangsa, industri kretek harus lebih serius memutar otak agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja bagi para pekerjanya. Jangan karena keuntungan berkurang, pasar kretek tangan menurun, lantas perusahaan mau mengorbankan para buruh.

Perusahaan besar macam Gudang Garam, Sampoerna, Djarum, juga Bentoel harusnya lebih memiliki empati pada para buruh. Mengingat karena keberadaan mereka lah, keempat perusahaan tadi bisa menempati posisi nyaman yang ditempatinya hari ini. Jangan kemudian malah habis manis sepah dibuang.

Baca Juga:  Merokok Saat Pandemi dan Bahaya yang Mengintai

Ingat, kretek tangan adalah produk yang paling padat karya. Paling menyerap banyak tenaga kerja. Jadi, harusnya perusahaan bisa sedikit berkorban dengan memberi subsidi pada produk SKT agar tidak lagi terjadi PHK bagi para buruh linting.

Selain itu, ada baiknya perusahaan besar seperti Sampoerna bisa menekan angka mitra produksi yang dijadikan lahan menekan beban gaji pekerja. Mengingat mitra produksi adalah perusahaan lain yang bekerja sama dengan pabrikan rokok, maka pabrikan rokok tidak bisa mengurusi kesejahteraan mereka yang bekerja di mitra produksi. Harusnya, sebagai perusahaan besar, Sampoerna bisa lebih menghargai para buruh di industri ini.

Jadi, apakah perusahaan rokok telah menghargai para pekerjanya? Ini adalah pertanyaan yang cukup sulit terjawab. Mengingat dalam urusan upah, pemerintah daerah lebih berperan dalam sudah atau belum layaknya upah yang diterima. Maka, yang bisa kita lihat adalah dari keseriusan perusahaan membantu kesejahteraan para pekerjanya.

Dan dalam urusan ini, sebagian perusahaan telah menghargai keberadaan para buruh. Meski, ada sebagian lain yang belum bisa melakukannya. Karenanya, selama kejadian PHK besar-besaran yang pernah dilakukan Sampoerna tidak berulang, kemungkinan besar perusahaan rokok telah lebih menghargai para buruhnya.

Baca Juga:  Asian Games, Pesta Seluruh Rakyat Termasuk Perokok

 

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit