Kemunculan Produk Alternatif Tembakau Adalah Bukti Perang Nikotin Terjadi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada banyak kelompok yang menilai bahwa produk alternatif tembakau adalah solusi untuk menanggulangi bahaya yang ditimbulkan akibat dari konsumsi rokok. Mereka (baca: anti-rokok) kian gencar mengkampanyekan bahwa rokok sudah sepatutnya ditinggalkan dan beralih ke produk alternatif sambil tetap mendapatkan sensasi nikotin tanpa harus terancam penyakit-penyakit yang mengerikan. Apa benar merokok berbahaya bagi kesehatan? Apa benar produk alternatif tembakau lebih aman?

Tidak sulit bagi kita untuk menemukan artikel atau berita yang menyebut bahwa aktivitas merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, penyempitan pembuluh darah, penuaan dini dan penyakit mematikan lainnya. Isu kesehatan memang jadi andalan para anti-rokok dalam upaya membunuh rokok. Artikel dan berita demikian banyak terdapat di internet dan sosial media.

Banyak juga orang yang menelan berita-berita tersebut mentah-mentah. Maksudnya, mempercayai tanpa memverifikasi lebih lanjut. Atau, setidaknya membaca buku penelitian terkait. Minimnya niat masyarakat untuk mencari tahu adalah salah satu faktor yang menyebabkan isu kesehatan ala anti-rokok semakin lestari.

Baca Juga:  Kretek, Produk Budaya yang Menjadi Penghidupan Masyarakat Nusantara

Beberapa produk alternatif tembakau yang beredar di masyarakat di antaranya nikotin tempel yang seperti koyo, tembakau halus dalam kantong seperti teh celup (snuff), dan tembakau kunyah (snus). Namun, di antara beragam olahan tembakau tersebut, produk alternatif yang paling populer di Indonesia adalah vape atau vapor.

Kemunculan produk alternatif tembakau tersebut sebenarnya sudah pernah diprediksi dalam buku Nicotine War: Perang Nikotin dan Para Pedagang Obat. Pada tahun 2010 InsistPress dan Spasimedia menerbitkan karya Wanda Hamilton setebal 138 halaman tersebut di Indonesia. Ketika Nicotine War terbit, banyak pihak yang menilai bahwa buku tersebut mengada-ada dan merupakan isu titipan dari industri rokok.

Nicotine War mengungkap fakta-fakta ilmiah tentang kedalaman perang antara nikotin alamiah dari tembakau yang diwakili industri rokok, dengan alat pengantar nikotin dan senyawa mirip nikotin yang diwakili oleh industri kesehatan. Fakta ini dihasilkan dari analisa penulis terhadap temuan-temuan tentang arah dan pola perang industri rokok vs industri kesehatan yang memperebutkan nikotin.

Baca Juga:  Pesepakbola dan Rokok

Pemahaman yang coba disampaikan oleh buku ini adalah pemahaman bahwa isu-isu kesehatan yang selama ini menyudutkan rokok hanyalah akal-akalan industri kesehatan untuk ‘memenangkan’ perebutan nikotin. Isu-isu tersebut dipropagandakan agar publik mengurungkan niat untuk mengonsumsi rokok. Sedangkan, industri kesehatan terus memproduksi produk-produk olahan tembakau yang diklaim ‘lebih aman’ dari rokok.

Serangan industri kesehatan pada industri rokok memuncak kala regulasi-regulasi mengenai pengendalian tembakau mulai diwacanakan. Kampanye diperluas. Aktivis anti-rokok bermunculan kian masif. Dana-dana segar dikucurkan demi memuluskan rencana mematikan industri rokok. Dalam situasi ini, produk alternatif pun dikedepankan sebagai solusi pengganti rokok.

Hari ini, semua yang disampaikan dalam Nicotine War semakin terbukti. Beberapa kelompok yang kerap mengampanyekan pengendalian tembakau sudah terang-terangan menawarkan produk alternatif. Maka, analisa dalam Nicotine War jelas tidak mengada-ada dan terbukti. IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) adalah satu contoh organisasi anti-rokok yang merangkap jadi marketing produk alternatif tembakau.

Setelah semua yang terjadi, silahkan jawab, siapa yang mengada-ada?

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd